Berita

Studium Generale KU 4078, Membangun Infrastruktur Untuk Kemakmuran Rakyat

Rabu, 15 November 2017- anne rufaidah

BANDUNG, LK – Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi hadir sebagai pembicara utama dalam Studium Generale KU 4078, yang digelar pada 15 November 2017 di Aula Barat, Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dalam paparannya, ia mengungkapkan dalam 3 tahun terakhir ini pembangunan infrastruktur terus ditingkatkan. Hal ini salah satunya bertujuan untuk semakin memajukan konektivitas antar daerah di seluruh wilayah Indonesia, dengan jalur transportasi yang semakin mumpuni. Untuk itu, pembangunan infrastruktur sangat berkaitan erat dengan terhubungnya antar wilayah.

“Jika kita melihat di perkotaan, berbagai transportasi dan aksesibilitas bisa dengan mudah dtemui. Hal ini berbeda dengan di daerah terpencil lainnya. Untuk itu kami ingin membangun konektivitas antar wilayah demi kemajuan wilayah itu juga,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya pun melakukan berbagai upaya pengembangan khususnya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), salah satunya dengan melakukan lankah kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi, untuk mendukung SDM yang berkompeten. Saat ini, Kementerian Perhubungan sendiri sudah melakukan beberapa kerjasama, diantaranya pengembangan transportasi udara dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, transportasi perkeretaapian dengan ITB, dan sebagainya.

Kerjasama tersebut, kata Budi, diharapkan bisa meningkatkan keamanan serta peningkatan kapasitas sarana dan prasana transportasi. Pasalnya, SDM yang akan bergabung pun diyakini akan semakin kompeten di bidangnya. Tak hanya itu, pihaknya pun tengah melakukan peningkatan pelayanan khususnya dalam bidang keselamatan bertransportasi.

“Keselamatan dan kenyamanan dalam bertransportasi adalah sebuah keharusan. Untuk itu dalam beberapa project monumental seperti transportasi massal yang tengah kami kembangkan, kami melakukan persiapan serta perhitungan yang matang,” jelasnya.

Ia menyakini bahawa kelak, kota-kota di Indonesia harus mengarah pada penggunaan transportasi massal seperti MRT maupun LRT. Untuk itu dibutuhkan inisiasi suatu pola angkutan massal yang bisa saling berkolaborasi. Pihaknya memperkirakan di tahun 2024 mendatang, jika hal ini bisa terealisasi maka Indonesia tidak akan lagi diricuhkan dengan terlalu banyaknya motor dan mobil kecil yang berseliweran tak teratur.

“Dibutuhkan dukungan yang kuat, effort yang serius, serta ide-ide dari para ahli khususnya di perguruan tinggi, untuk bisa mewujudkan hal itu,” tandasnya.