Berita

Mahasiswa ITB Raih Award dalam Lomba Inovasi Se-ASEAN

Senin, 14 Agustus 2017-

Mahasiswa ITB kembali mengukir prestasi di tingkat internasional dalam kompetisi innovasi yang diselenggarakan oleh Science and Technology Policy Institute (STEPI), Korea Selatan. Tim yang beranggotakan Syarifah Jihan Assiry (Teknik Lingkungan 2013) dan Fakhrisya Ayutia Zahra (Planologi 2014) mewakili Indonesia dalam ASEAN-ROK Vision Innovation Competition 2017 yang diselenggarakan di Kamboja. Mereka berhasil meraih gelar Vision Award atau juara harapan, dengan Innovation Award yang diperoleh oleh Korea Selatan dan Cooperation Award yang diraih oleh Filipina. Kompetisi tersebut digelar pada tanggal 26 Juli hingga 28 Juli 2017 bertempat di Siem Reap, Kamboja. Tim Indonesia ini memiliki ide untuk aplikasi pintar yang menanggulangi sampah. Aplikasi ini merupakan gabungan dari transportasi sampah dengan sistem ojek online yang kemudian juga merekam data komposisi serta berat sampah secara up-to-date yang dapat mengeluarkan setiap pemecahan masalah sampah berbasis online. Tidak hanya itu, tim ini juga diundang untuk mengikuti forum ASEAN-Korea pada bulan September di Seoul. Business Intelligence for ASEAN Waste Management – aplikasi berbasis data komunal ini juga sebelumnya pernah diikut sertakan dalam lomba Big Data Competition for Urban and Sustainable Cities yang diselenggarakan oleh UN Global Pulse dan mendapatkan penghargaan Country Winner Prize. “Aplikasi ini kami modifikasi lagi sehingga cakupannya lebih luas dan dapat diaplikasikan pada setiap pemerintahan lokal di daerah manapun di Asia Tenggara,” tutur Jihan.

ASEAN-ROK Vision Innovation Competition 2017 adalah kompetisi inovasi dalam rangka menggali kreativitas mahasiswa untuk mengatasi dan beradaptasi dengan pemanasan global dan perubahan iklim. Dalam acara ini, diberikan pembekalan oleh sejumlah perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan ASEAN sendiri mengenai kondisi eksisting dan kesiapan tiap negara dalam menghadapi perubahan iklim dan bagaimana peran akademisi dalam ikut serta membantu negara secara teknis. Kompetisi ini diikuti oleh Thailand, Filipina, Singapura, Laos, Kamboja dan Korea Selatan dengan masing-masing negara mengirimkan perwakilan timnya sebagai bentuk kolaborasi dan kerja sama pemuda pemudi ASEAN dan Korea Selatan.