Berita

Desainer Indonesia Didorong Tingkatkan Nilai Tambah Produk Seni

13 Sep 2017

BANDUNG, LK - Para pelaku seni dan desain di Indonesia didorong untuk meningkatkan nilai tambah produk dari karya seni yang mereka hasilkan.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan RI, Ir. Arlinda M.A mengemukakan, peningkatan daya saing baik dalam bentuk produk  karya seni, hingga infrastruktur harus dipercepat agar bisa berkontribusi pada khalayak. Bahkan, menurutnya produk dan karya seni khas Indonesia diharapkan bisa bertransformasi lebih cepat agar bisa mendunia.

"Kekayaan desain khas Indonesia ini sayang sekali jika tidak mampu bersaing dengan asing, hanya karena desainnya dianggap kurang menarik atau kurang diminati pasar. Memang, salah satu kendala para desainer kita terletak pada masih kurangnya peningkatan nilai produk. Padahal, saat ekspor produk migas Indonesia tengah turun, ekspor produk kreatif tetap baik dan cenderung meningkat. Ini artinya terjadi peningkatan di sektor ekspor produk kreatif," paparnya saat menyampaikan sambutan pada gelaran Peringatan 70 Tahun Seni Rupa, Kriya, dan Desain ITB  di Aula Timur, (5/9/17).

Pihaknya mengklaim, bahwa selama ini Kementrian Perdagangan RI telah menunjukan perhatian serius pada produk-produk kreatif sejak tahun 1970an. Hal ini terlihat dari aktifnya Indonesia mengikuti World Expo di beberapa negara seperti Osaka, Milan, dan bahkan di 2020 mendatang pun Indonesia akan mengikuti World Expo di Dubai.

Pihaknya memberikan kesempatan pada para desainer Indonesia untuk menampilkan "wajah" Indonesia sebagai kekhasan dalam produk-produk kreatif yang dihasilkan. Untuk mendukung pengembangan desain produk Indonesia agar layak ekspor, pihaknya telah mendirikan Indonesia Desain Development Center (IDDC) sejak September tahun lalu. Lembaga ini, kata Arlinda, adalah lembaga yang mengkolaborasikan antara para desainer, akademisi, pelaku usaha serta pemerintah dalam.peningkatan nilai tambah produk kreatif.

"Dengan adanya lembaga ini, kami berharap para desainer akan lebih mampu menciptakan produk baru yang bakal jadi produk nasional, dan mendukung serta merespon kebutuhan pasar ekspor. Sejauh ini produk ekspor asal Indonesia yang banyak diminati diantaranya home decor, home living, furnitur, dan produk pelengkat interior lainnya," jelasnya.

Pada gelaran ini pula, pihaknya berharap agar para alumni ITB khususnya alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) bisa turut berpartipasi untuk memberikan karya terbaik dalam kompetisi desain yang akan digelarnya nanti. Bahkan, rencananya, pemenang dari kompetisi desain tersebut, karyanya akan ditampilka dalam ajang Tren Expo Indonesia, sebuah pameran desain terbesar Indonesia yang menghadirkan buyer lokal dan internasional.

Pada Peringatan 70 Tahun Seni Rupa, Kriya, dan Desain ITB pun, diberikan penghargaan Ganesha Widya Wisa Utama pada Prof. Takaaki Bando, oleh  Rektor ITB Prof. Kadarsah Suryadi. -- Anne Rufaidah --