Berita

Universiti Malaysia Terengganu Studi Banding ke ITB

Rabu, 13 September 2017- anne rufaidah

BANDUNG, LK – Belasan perwakilan dari Universiti Malaysia Terengganu (UMT) menyambangi Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu, 13 September 2017. Dalam lawatan perdananya ini, UMT tidak hanya mempelajari beragam hal yang berkaitan dengan akademis, namun juga seni dan budaya yang berkembang di lingkungan kampus ITB.

Vice Director of Indonesia Outreached Programme UMT, Fakhriatul Hidayah menuturkan, kunjungan ini dalam rangka studi banding, baik mengenai edukasi secara formal maupun informal. “Kami menilai, ITB adalah kampus teknik terbaik saat ini. Terlebih UMT merupakan universitas yang concern pada kemaritiman, dan ITB memiliki program studi kemaritiman yang sudah diakui sukses di bidangnya,” ungkapnya di sela-sela kunjungan ke Perpustakaan ITB, (13/9/17).

Tak hanya itu, pihaknya pun melakukan kunjungan khusus ke UPT Perpustakaan ITB. Menurut wanita yang akrab disapa Fakhri ini, perpustakaan ITB merupakan salah satu perpustakaan tercanggih dan terlengkap yang pernah dikunjunginya. Pasalnya, di UMT sendiri perpustakaan masih berkutat dengan buku secara konvensional. Namun lain hal di ITB, perpustakaan menjadi pusat data dan informasi pengetahuan yang sudah menggunakan e-learning.

“Kami melihat disini juga ada America Corner, dan ini hal yang sangat menarik. Dimana mahasiswa yang berkunjung ke perpustakaan bisa mengenal budaya Negara lain melalui corner-corner semacam ini. Hal tersebut jadi bahan sharing knowledge yang bisa kami jadikan referensi di UMT nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Menko Kominfo Keluarga Mahasiswa (KM) ITB, Selvia Novianti menyebutkan, pihaknya sebagai tim pendamping sangat terbuka dengan kunjungan dari berbagai perguruan tinggi, baik itu yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Kunjungan semacam ini merupakan salah satu agenda rutin, khususnya dari negara Malaysia.

Selain itu, pihak UMT pun mempelajari kinerja serta fungsi dari keberadaan Keluarga Mahasiswa (KM) di ITB. Selvia menambahkan, pihak UMT juga melakukan studi banding terkait pengelolaan organisasi KM, divisi-divisi yang terdapat di dalamnya, hingga program kerja utama dari organisasi terbesar mahasiswa ini.

“Kunjungan perguruan tinggi asal Malaysia ke iTB, sebenarnya sudah pernah  dilakukan sebanyak 3 kali. Namun untuk UMT, ini pertama kalinya. Kunjungan kali ini, kami memperkenalkan mereka tak hanya soal fasilitas yang ada di ITB seperti Perpustakaan saja, tetapi juga mengenalkan pada mereka perihal unit seni dan budaya apa saja yang diikuti oleh mahasiswa di sini,” tutupnya. / Anne Rufaidah