Berita

Lebih Peduli Konservasi Laut Lewat Ekskursi Besar 2017

Rabu, 27 September 2017- anne rufaidah

BANDUNG, LK -  Dalam rangka meningkatkan kapasitas mahasiswa khususnya anggota Himpunan Mahasiswa Oceanografi (HMO) Triton, Institut Teknologi Bandung (ITB) terhadap konservasi laut, maka diadakan kegiatan Ekskursi Besar 2017 yang digelar sebagai rangkaian acara program utama di tahun ini.

Ketua HMO Triton ITB, Gesta Maulana Assidiqqie menuturkan, kegiatan utama program tersebut adalah mengenai konservasi, sesi sharing pengalaman, kelas navigasi bintang, dan ditutup dengan acara penanaman terumbu karang di Pulau Kelapa, yang berada di kawasan Kepulauan Seribu. Tak hanya itu, pada kegiatan tersebut, mahasiswa pun akan dilatih mengaplikasikan ilmunya secara nyata, layaknya sebuah simulasi Kuliah Kerja Nyata (KKN).

"Di himpunan, kami memiliki 2 acara besar. Di awal tahun namanya Poseidon, yang berisi kegiatan publikasi semisal konservasi yang sudah dilakukan, seminar nasional, termasuk mengajar ke sekolah-sekolah. Sedangkan di semester  genap, kami buat Ekskursi Besar yang bertujuan untuk mengaplikasikan keilmuan mahasiswa oceanografi, langsung ke lapangan. Misalkan saja kami melakukan survey hingga pengambilan data langsung ke lapangan," terangnya saat ditemui LK, kemarin.

Untuk tema besar kegiatannya, Gesta menambahkan, masih seputar konservasi. Namun dalam penyelenggaraannya di tahun ini, ada sedikit yg berbeda. Program Ekskursi Besar 2017 akhinya ditambahkan pula dengan acara social mapping, yang sifatnya lebih mirip seperti pengabdian masyarakat. Sehingga pihaknya bisa segera mencari solusi atas permasalahan di sekelilingnya.

Acara yang ditutup dengan penamanan terumbu karang di Pulau Kelapa tersebut, kata Gesta, dipilih menjadi kegiatan utama. Ia menyebutkan, selama ini masyarakat kurang peduli terhadan keberadaan terumbu karang di pesisir lautnya. Terlebih, jika melihat sumber daya alam yang ada di sekelilingmg pulau itu, menurut Gesta, Pulau Kelapa tidak kalah indahnya dengan pulau-pulau lainnya di kawasan tersebut.

"Masyarakat di sini belum sadar sepenuhnya, bahwa terumbu karang sangat penting. Pulau ini pun berpotensi menjadi pulau wisata seperti Pulau Tidung atau Pulau Pramuka. Namun belum ada yang concern dalam menggali potensi ini. Untuk itu, kami mencoba melakukan pendekatan ke masyarakat setempat, membantu membangun kesadaran akan potensi pulaunya. Sehingga ketika kami nanti menanam terumbu karang, nantinya akan dijaga oleh mereka dan bisa jadi menghidupkan potensi wisata pulau tersebut," tuturnya. / Anne Rufaidah