Berita

KKN Tematik ITB 2017, Tak Hanya Membangun Desa, Namun Membangun Masyarakatnya Juga

Selasa, 03 Oktober 2017- anne rufaidah

BANDUNG, LK – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ITB 2017 menjadi sebuah permulaan pembangunan di Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. Pasalnya, di desa tempat KKN Tematik tersebut, mahasiswa ITB membuat empat perencanaan dari empat tema yang ditentukan. Kegiatan yang dibawahi langsung oleh Lembaga Kemahasiswaan ITB ini, mengambil tema infrastruktur, air, kesehatan, dan pendidikan.

Ketua Lembaga Kemahasiswaan ITB,  Dr. Eng. Sandro Mihradi menuturkan, keempat tema tersebut dipilih lantaran melihat potensi yang bisa dikembangkan di desa Cipakem tersebut. Misalkan saja, para mahasiswa membuat sebuah sanggar seni yakni Sanggar Budaya Ganesha yang diharapkan bisa mewadahi potensi seni dan budaya yang kental terasa di desa tersebut.

“Kami melihat, warga desa Cipakem memiliki potensi dalam kesenian khususnya seni tari dan pencak silat. Dengan adanya bangunan sanggar ini, diharapkan bisa menjadi salah satu wadah yang menangungi kegiatan-kegiatan tersebut,” ujarnya.

Tak hanya itu, pembangunan resevoir dan transmisi air di desa Cipakem yang berhubungan dengan 3 desa lainnya juga, diharapkan bisa menjadi solusi beberapa desa sekitar yang sering kesulitan air bersih. Sandro menambahkan, tema Eco Agro pun dikembangkan dengan melihat potensi budidaya kopi yang masih membutuhkan pengembangan yang lebih matang.

“Untuk membantu petani kopi kami membuat green house, sedangkan untuk tema pendidikannya kami membaur bersama warga khususnya anak-anak untuk memberikan penyuluhan dan sebagainya,” jelasnya,

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kuningan,  Acep Purnama mengatakan, dengan adanya program secama KKN Tematik ini,  menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk sharing keilmuan maupun teknologi. Pihaknya berharap, terjadinya sebuah perubahan pengetahuan di desa Cipakem, mulai dari perubahan pengetahuan, keterampilan, serta perubahan sikap masyarakat desa itu sendiri ke arah yang jauh lebih baik.

“Kami harap, adanya program semacam ini membuat sikap masyarakat jadi mau untuk mengidentifikasi masalah, serta mencari solusi terhadap persoalan yang ada di sekitarnya. Sehingga ilmu yang mahasiswa berikan pada masyarakat tidak hanya berguna bagi diri mereka sendiri, namun juga bagi orang lain,” tuturnya.

Diakuinya, terpilihnya Kabupaten Kuningan menjadi lokasi KKN Tematik ITB 2017 menjadi kebanggaan tersendiri. Pasalnya, selama ini pihaknya kerap melakukan pembangunan namun dinilai masih kurang maksimal. Dengan hadirnya civitas akademika yang paham akan pembangunan, maka pihaknya berharap mendapatkan banyak masukan terhadap pembangunan sejumlah infrastruktur, khususnya di Desa Cipakem.

“Kami juga mohon masukan dari ITB terhadap beberapa pembangunan di desa ini. Bukan pertama kalinya desa ini dibangun sebenarnya, namun kerap rusak dalam waktu yang singkat. Semoga program ini bisa menjadi solusi untuk memecahkan masalah bersama,” pungkasnya. / Anne Rufaidah