Berita

Aplikasi Amazing Garut, Menjadikan Ketiga Mahasiswa Ini Juara 2 dalam Provel 2017

Jumat, 06 Oktober 2017- anne rufaidah

BANDUNG, LK -  Untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan yang bisa teraplikasikan dalam era digital saat ini, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) membuat sebuah aplikasi modern. Aplikasi berbasis promosi tersebut, bahkan bisa mengantarkan M. Fariz Agung, Saghita Desiyana Mauricha, dan Dzaki Naufal Hakim, meraih Juara 2 dalam kompetisi bergengsi, Project of Economic Development (Provel) 2017, yang digelar pada 21-23 September 2017 di Universitas Diponegoro Semarang.

Kompetisi yang diikuti oleh puluhan tim dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia ini, merupakan ajang adu inovasi, mulai dari pembuatan karya tulis ilmiah, presentasi, membuat prototype, hingga lomba debat. Salah seorang anggota tim ITB, Fariz mengungkapkan, dalam kompetisi tersebut pihaknya mengikuti sub kompetisi Concern, yang tema besarnya mengenai pembangunan inklusif.

“Ada beberapa sub tema yang dikompetisikan, diantaranya ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesetaraan gender, dan lainnya. Tim kami mengikuti sub tema soal ekonomi kerakyatan. Salah satunya dengan membuat aplikasi,” terang mahasiswa program studi Planologi tersebut.

Fariz dan rekan-rekannya menilai, ketimpangan ekonomi dan kesejahteraan di Indonesia sangat tinggi. Berdasarkan hal tersebut, timnya bertekad mengembangan ekonomi kerakyatan agar bisa dijangkau oleh masyarakat, pemerintah, serta stake holder lainnya. Akhirnya terpilihlah kondisi Kabupaten Garut sebagai contoh aplikasi yang dibuat oleh timnya.

Fariz menerangkan, aplikasi ini membantu mempromosikan terlebih dahulu potensi Kabupaten Garut, dengan cara memberdayakan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kabupaten tersebut, untuk kemudian disatukan dalam satu komunitas. Tak hanya membuat stategi UMKM dan pemerintah menjadi lebih terintegrasi, aplikasi yang dibuatnya pun, bisa menarik investor dari luar.

“Aplikasi ini kami namakan Amazing Garut, sesuai dengan tagline kabupaten tersebut. Dalam aplikasi ini kami ingin membentuk modal sosial dengan menyatukan UMKM  dalam satu paguyuban. Tak hanya itu, kami juga ingin menanamkan hal yang sentimental seperti kebanggaan warga Kabupaten Garut dan sekitarnya saat memakai produk lokal,” pungkasnya. / Anne Rufaidah