Berita

Pemuda Sederhana Asal Jepara Ini, Berhasil Menyabet Juara 1 Kimia OSN 2017

Sabtu, 07 Oktober 2017- anne rufaidah

BANDUNG, LK – Sederhana dan bertekad kuat, sekilas itulah gambaran karakter mahasiswa bernama M. Ridho Setiyawan. Jejaka berusia 17 tahun ini, berhasil menyabet Juara 1 dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2017 bidang teknik Kimia, yang diadakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Dikpora) Yogyakarta, baru-baru ini.

Bukan hal yang mudah untuk mendapatkan kegemilangan tersebut, mengingat pelajaran Kimia kerap dianggap salah satu pelajaran yang “menyeramkan” bagi pemuda seusianya. Namun, mahasiswa yang kini mengenyam pendidikan di Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menilai bahwa mempelajari Kimia seakan memahami kehidupan, khususnya dari sudut pandang hal-hal yang tidak tampak kasat mata.

“Mempelajari kimia itu konsepnya belajar sebuah proses yang terjadi pada ‘benda’ tidak tampak, dan hanya benar-benar bisa dilihat oleh mikroskop elektronik, berbeda dengan fisika dan biologi yang lebih tampak ‘benda’ yang dipelajarinya. Proses kimia ada dimana-mana dan dia sangat berdekatan dengan kehidupan kita sehari-hari,” ujar mahasiswa asal Jepara ini.

Diakuinya, keinginan untuk terus mempelajari kimia dimulai sejak ia duduk di bangku SMA. Lulusan SMA Tahunan Jepara ini pun menyebutkan, bahwa sejak usia 15 tahun, ia bertekad untuk fokus mengikuti setiap olimpiade kimia. Rupanya, keinginannya tersebut diamini semesta. Hal ini terbukti, di usianya yang sangat muda, Ridho pun pernah menjuarai Olimpiade Kimia Tingkat Internasional, yang diadakan di Thailand pada bulan Juli lalu.

“Waktu mau ikut olimpiade di Thailand itu, saya dikarantina selama 4 bulan, seleksinya sangat ketat dan membuat kami jauh dari keluarga untuk sementara waktu. Bersyukur di Thailand itu saya mendapatkan Medali Perak. Berbeda dengan persiapan waktu OSN 2017 ini, saya melalukan persiapan kurang lebih 3 minggu. Ada semacam pelatihan untuk membahas soal-soal dan materi kimia khusus olimpiade yang diadakan kampus. Meski memang lebih santai karena sudah berpengalaman sebelumnya, tapi saya akui, soal OSN 2017 kemarin itu sangat sulit,” tuturnya.

Anak pertama dari dua bersaudara ini pun menyebutkan, tidak ada yang khusus baginya, mengenai intensitas belajar kimia. Meski menjuarai olimpiade sains di bidang kimia, baik di tingkat nasional maupun internasional, Ridho tetap tekun mempelajari pelajaran lainnya. Baginya, mempelajari banyak hal, sangatlah perlu.

Prestasi yang gemilang ini, bagi Ridho ,salah satunya adalah berkat dukungan keluarga. Selama ini, orang tua Ridho sangat mendukung kegiatannya dan tak pernah menargetkan sesuatu hal secara keras. Ia kerap dibebaskan memilih apa yang menjadi keinginannya, asal tetap bertanggung jawab.

“Orang tua saya selama ini cukup membebaskan pilihan-pilihan yang sesuai prinsip saya. Mereka hanya terus mendukung. Ada pesan sederhana orang tua saya yang tak pernah saya lupakan hingga saya jauh dari mereka saat ini. Yaitu, jangan lupa untuk beribadah, mencari teman yang baik dan jangan sampai salah pergaulan, dan selalu menjaga kesehatan,” pungkasnya. / Anne Rufaidah