Kamu mempunyai UKM yang baru?  Ajukan UKM kamu disini
English Language Indonsian Language

Sempat Beberapa Kali Gagal, Bryan Tak Pantang Menyerah

Selasa, 07 September 2021 - Anne Rufaidah

BANDUNG, Ditmawa ITB – Pepatah “Jatuh 7 kali bangkit 8 kali” tampaknya cocok disematkan pada semangat Bryan. Mahasiswa program studi Teknik Dirgantara ini bukanlah orang yang mudah menyerah. Kegagalan-kegagalan yang sempat menghampirinya, terbayar sudah oleh usahanya dalam meraih Medali Emas pada ajang Kompetisi Nasional Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA) Tahun 2021. 

“Dulu saat masih di semester 2, saya pernah ikut seleksi KNMIPA tapi gagal karena ilmunya masih belum cukup sehingga agak stuck di beberapa soal. Sebenarnya sejak seleksi internal ITB pun saya sudah tahu bahwa kemungkinan besar tidak akan terpilih. Sehingga sejak tidak lolos itu, saya mulai belajar sampai ke semester 4 dan akhirnya bisa terpilih mewakili ITB ke tahap seleksi wilayah,” terang Bryan. 

Ia mengatakan, target untuk mengikuti KNMIPA sebenarnya sudah ditetapkannya sejak kelas 3 SMA, saat ia mengikuti Olimpiade Siswa Nasional (OSN) 2018 lalu di Padang. Namun sayangnya, saat itu ia gagal dan bahkan tidak meraih satu pun medali. Diakui Bryan, saat itu ia sangat keccewa karena sudah mengabaikan saran dari guru pembimbingnya. Padahal ia menaruh harapan besar untuk ikut juga dalam kompetisi International Physics Olimpad (IPhO), yang rupanya ia tidak lolos hingga tahap nasional. 

Untuk mengikuti KNMIPA kali ini, ia pun melakukan serangkaian persiapan selama lebih dari 1 tahun. Bahkan, saat semester 3 dan 4 ia mengaku cukup kesulitan dalam mengatur jadwalnya. Sejak di semester 2, ia secara rutin mengikuti kelas program studi Fisika untuk mendukung dan mempermudahnya mengejar bahan-bahan olimpiade Fisika kelak. Hal itu pun ia lakukan saat ini, sehingga setidaknya Bryan memiliki bekal pengetahuan. Bahkan di semester genap, ia juga belajar bahan-bahan olimpiade mulai dari materi Listrik Magnet, Fisika Modern, Termodinamika, Fisika Kuantum dan Mekanika Statistik. 

“Saat TPB semester 1, saya belajar bahan PAR dan akhirnya menyadari bahwa kemampuan saya sudah cukup, saya berpikir setelah bahan PAR sudah selesai, saya akan mulai belajar untuk bahan KNMIPA, sehingga wajar apabila saya gagal di seleksi ITB karena baru belajar, namun di waktu itu juga saya akhirnya bisa menetapkan target untuk mengikuti KNMIPA secara penuh, termasuk target bahan yang perlu dipenuhi dalam deadline yang sudah dispecified, yang dulu sempat 'mati' saat SMA 3 lalu karena kemampuan yang kurang sekali, namun sudah bertekad untuk mengikuti apabila waktunya sudah tiba,” terang Bryan. 

Disinggung usai lulus dari ITB ingin menjadi seperti apa, Bryan pun mengaku ingin melanjutkan pendidikannya ke program Magister melalui jalur fast track. Ia pun cukup tertarik bekerja di bidang mesin dan elektro, maka dari itu ia pun tertarik pada mekatronika (robotika). Menurutnya, basis pembelajarannya selama ini adalah multidisiplin dan specialist-generalist. 

“Kompetisi ini sebenarnya latihan untuk saya belajar riset teoritik dan bekal kerja di berbagai bidang. Saya sangat ingin untuk bisa berkontribusi lebih di bidang fisika murni dan beberapa bidang lain seperti quantum computing dan pencarian partikel baru setelah Higgs Boson di LHC (Large Hadron Collider),” pungkasnya. 

Logo Kemahasiswaan ITB

Gedung Campus Center Barat Lantai 1

Jl. Ganesa No.10 Lebak Siliwangi

Kec. Coblong, Kota Bandung 40132

Phone: (022) 2504814

© Direktorat Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung