Kamu mempunyai UKM yang baru?  Ajukan UKM kamu disini
English Language Indonsian Language

Studium Generale Laksdya TNI DR. Ir. Harjo Susmoro, Strategi Keamanan Nasional Menuju Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Rabu, 08 September 2021 - Anne Rufaidah

BANDUNG, Ditmawa ITB -  Seperti diketahui, Indonesia memiliki posisi yang cukup sentral kemaritiman dunia dengan adanya 4 dari 9 Choke Point Dunia yang berada di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional RI, Laksdya TNI DR. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., M.Tr. Opsla, saat menjadi pembicara utama Studium Generale KU 4078 pada 8 September 2021. 

Ia mengatakan, sejarah kemaritiman Indonesia, tampak pada sejarah kerajaan-kerajaan maritime Indonesia yang pernah berjaya, seperti Sriwijaya, Makassar, dan Majapahit. Pengendalian laut dengan armada laut yang tangguh, memungkinan kerajaan-kerajaan Nusantara untuk menguasai jalur perdagangan di masa damai dan melakukan ekspedisi militer laut di masa perang. Catatan sejarah telah merekam bukti-bukti bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah menguasai lautan Nusantara. Bahkan mampu mengarungi samudera luas hingga ke pesisir Madagaskar dan Afrika Selatan. 

“Belanda menjajah Nusantara selama 3,5 abad. Bukan karena hanya kekayaan alam Nusantara saja yang dirampas, akan tetapi juga jiwa, semangat, dan karakter rakyatnya yangsebagian besar adalah masyarakat bahari dirubah menjadi masyarakat agraris. Sehingga masyarakat kita hanya terdoktrin untuk berpikir ke dalam saja, tetapi tidak melihat secara luas ke luar,” ucap Harjo. 

Menurutnya, dalam UNCLOS tahun 1982 yang diratifikasi menjadi Undang-Undang No. 17/1985 dipaparkan soal pengakuan dunia bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan. Itu artinya, Indonesia dituntut mampu menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran seluruh pengguna laut. Ia meyebutkan, konsep negara maritime adalah negara yang mampu memanfaatkan dan menjaga wilayah lautnya. Maka dari itu, diperlukan strategi untuk membangun Indonesia menjadi sebuah  negara maritim yang tangguh dan berdaulat. 

Untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia, maka terdapat 5 pilar yang mendasari hal tersebut. Diantaranya, membangun kembali budaya maritime, menjaga dan mengelola sumber daya laut, prioritas pada pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritime, diplomasi maritime, serta kewajiban untuk membangun kekuatan maritim. Ia menyebutkan, diperlukan adanya strategi keamanan nasional dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritime dunia. 

“Strategi keamanan itu sangat diperlukan dan jika diartikan terdiri dari 3 komponen yakni ada tujuan yang ingin dicapai, ada sarana dan prasanan yang dibutuhkan, dan cara bagaimana untuk mencapai tujuan dengan sarana prasarana yang ada. Salah satu tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia adalah merdeka, Bersatu, berdaulat, adil dan Makmur. Untuk itu diperlukan grand strategi nasional dinataranya strategi keamanan nasional dan strategi pembangunan nasional,”ucap Harjo. 

Logo Kemahasiswaan ITB

Gedung Campus Center Barat Lantai 1

Jl. Ganesa No.10 Lebak Siliwangi

Kec. Coblong, Kota Bandung 40132

Phone: (022) 2504814

© Direktorat Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung