Kamu mempunyai UKM yang baru?  Ajukan UKM kamu disini
English Language Indonsian Language

Buat Prototype Green Hydrogen, Mahasiswa ITB Berhasil Raih Juara Kompetisi Methanol 2021

Senin, 18 Oktober 2021 - Anne Rufaidah

BANDUNG, Ditmawa ITB – Melihat fenomena dimana semakin menipisnya energi bumi dan sumbernya yang tidak ramah lingkungan, membuat sekelompok mahasiswa ITB menginisiasi membuat inovasi berupa prototype Green Hydrogen. Tiga mahasiswa tersebut yakni Argianti Kalula (program studi Teknik Industri), Dina Ferdinasari (program studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi), dan Muhamad Novan Agandra Rois (program studi Kimia). 

“Kami membuat suatu inovasi yaitu prototype dari pemanfaatan bakteri basil (Bacillus subtilis) dengan menghasilkan energi listrik melalui proses penguapan air untuk memproduksi Green Hydrogen,”ucap salah seorang anggota tim, Argianti. 

Berkat inovasinya tersebut, mereka berhasil meraih juara 1 Kompetisi Methanol (Medical Laboratory Technlogist Olympiad 2021) yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Lab Medis Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, pada 25 September 2021 lalu. 

Argianti mengungkapkan, saat ini diperlukan inovasi energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Untuk menggantikan bahan baku fosil maka akan dibuat energi green hydrogen yang ramah lingkungan dan bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik dan menggantikan peran BBM. Namun, dalam proses pembuatan green hydrogen diperlukan energi listrik untuk tahap elektrolisis. Maka dibutuhkan pula sumber energi listrik yang ramah lingkungan dan bisa tersedia dimana saja. 

Menurutnya pemanfaatan agen pengkonvensi bakteri basil dimanfaatkan gerak kontraksinya saat proses evaporasi, dimana bakteri bacil ini disimpan pada sebuah turbin dengan perlakukan khusus dan adanya pengaturan kelembaman di dalamnya. Sehingga saat proses evaporasi terjadi bakteri tersebut akan berkontraksi dan relaksasi sehingga akan menciptakan energi kinetik yang bisa menggerakan turbin, dimana gerak turbin tersebut yang akan menghasilkan listrik untuk produksi green hydrogen.

“Mengapa tidak memanfaatkan energi angin saja? karena kecepatan angin tidak bisa dikendalikan variabelnya dan tidak setiap wilayah memiliki kecepatan angin yang sama, sedangkan proses evaporasi akan terjadi setiap saat karena bagian dari siklus air, dan begitupun bakteri basil karena salah satu jenis bakteri yang tahan akan suhu ekstrem dan mudah untuk dikembang biakan, sehingga ini akan berkelanjutan,” paparnya. 

Diperlukan lebih dari 2 minggu untuk melakukan persiapan prototype tersebut. Dimulai sejak tahapan pembuatan karya tulis, hingga mekanisme pembuatan prototype. Dalam sistem penilaian kompetisi, terdapat poin-poin penilaian oleh Juri. Diantaranya, pemaparan dari karya tulis, kreativitas gagasan dan kelayakan realisasi, hingga tingkat pemahaman dan kerjasama tim. 

“Sebelum melakukan presentasi, kami pun berlatih terlebih dahulu karena latihan menurut kami adalah kunci bagaimana kami bisa lancar dalam lombanya. Selain usaha, kerja keras, dan kerja sama, hal yang paling penting membuat kami bisa menang adalah do'a dan ridha Tuhan,” pungkasnya. 
 

Logo Kemahasiswaan ITB

Gedung Campus Center Barat Lantai 1

Jl. Ganesa No.10 Lebak Siliwangi

Kec. Coblong, Kota Bandung 40132

Phone: (022) 2504814

© Direktorat Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung