English Language Indonsian Language

Manfaatkan Membran Selulosa-Kitosan, Tim Mahasiswa ITB Raih Juara II Project Inovasi Kimia

Kamis, 23 Desember 2021 - Anne Rufaidah

BANDUNG, Ditmawa ITB – Berawal dari ide untuk mengikuti kompetisi lain, Afifah Rizqina, Fathya Alya N, dan M.Dzul Fakhri, merumuskan sebuah ide. Ada tiga ide saat itu yang akan dikompetisikan yakni adsorben zeolit, sel bahan bakar, dan membrane. Namun, seiring waktu, tim yang berasal dari program studi Kimia tersebut, kemudian memilih ide soal membran untuk dilombakan pada Chemistry Innovation Project 2021. Acara yang berlangsung sejak Juni hingga November lalu tersebut, mengantarkan tim mahasiswa ITB ini menjadi Juara II pada kompetisi itu. 

“Kompetisi ini mengangkat tema Utilizing Chemical Science and Technology to Take a Role in Pollution Problems dengan tiga subtema yang berfokus pada penelitian dan pengembangan teknologi dalam mengatasi masalah pencemaran di Indonesia sehingga diharapkan peserta dapat berkontribusi dalam pengembangan dan pemecahan masalah tersebut,” jelas salah seorang anggota tim, Afifah Rizqina. 

Pada kompetisi itu, timnya mempresentasikan tentang membran selulosa-kitosan sebagai penangkap karbon dioksida (CO2) dari industri manufaktur. Seperti diketahui, membran merupakan bahan semipermeabel yang mulai dilirik untuk menangkap gas karbon dioksida. Timnya mengklaim, j,ika dibandingkan dengan metode lain, teknologi membran lebih efisien dalam segi ruang dan energi sehingga akan sangat menguntungkan. Timnya memanfaatkan selulosa dan kitosan, dimana dua polimer tersebut dinilai terjangkau dan ramah lingkungan. Selain itu, keduanya juga bisa diambil dari limbah, seperti selulosa dari kertas yang sudah tidak terpakai dan kitosan dari cangkang udang dan jamur. Timnya mengkaji penggunaan kedua bahan ini sebagai bahan baku membran dan proses transport karbon dioksida di dalamnya.

Meski meraih juara, namun diakui Afifah bahwa timnya menghadapi beberapa kendala. Salah satunya saat pembuatan karya tulis yang dinilai terburu-buru. Terlebih, jarak pengumpulan abstrak dan pengumuman lulus abstrak lumayan jauh sehingga tim tidak bisa langsung mengerjakan karya tulisnya. Selain itu, lomba ini pun diadakan di tengah perkuliahan, khususnya pada saat ujian tengah semester sehingga timnya harus dapat membagi jadwal. 

“Ada beberapa kriteria lomba yang dicantumkan dalam guidebook. Untuk penilaian abstrak dilihat dari sistematika penulisan, orisinilitas, kesesuaian dengan tema dan sub tema, serta gagasan. Untuk penilaian full paper dilihat berdasarkan sistematika penulisan, orisinalitas, kreativitas gagasan, data dan informasi, serta pembahasan, kesimpulan dan transfer gagasan. Untuk penilaian presentasi dilihat dari pemaparan dan tanya jawab,” pungkas Afifah. 

Logo Kemahasiswaan ITB

Gedung Campus Center Barat Lantai 1

Jl. Ganesa No.10 Lebak Siliwangi

Kec. Coblong, Kota Bandung 40132

Phone: (022) 2504814

© Direktorat Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung