English Language Indonsian Language

Sekilas dari Pre-Aanwijzing Sayembara Desain Fasilitas Mahasiswa ITB

Selasa, 12 Juli 2022 - Anne Rufaidah

BANDUNG, kemahasiswaan.itb.ac.id – Ruang belajar  merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kapasitas kerja, kolaborasi, dan kreatvitas civitas aakdemika iITB khususnya mahasiwa. Hal tersebut disampaikan Direktur Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB pada kegiatan Pre-Aanwijzing Sayembara Desain Fasilitas Mahasiswa (Fasmawa) ITB yang dilaksanakan secara daring, beberapa waktu lalu (6/7/2022).

“Kami mencanangkan sebuah fasilitas kemahasiswaan yang tujuan perencanaan dan perancangannya tersebut didasari oleh pikiran bahwa kita berusana menciptakan ruang dan kesempatan belajar bagi mahasiswa. Di dalam aspek lainnya, ruang yang di desain itu merupakan sinergitas hybrid antara ruang fisik dan ruang virtual,” ucap Prasetyo.

Perancangan fasilitas kemahasiswaan ini idealnya bisa menciptakan ruang dan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh mahasiswa ITB, agar mampu berkembang secara emosional, sosial, fisik, mental, serta intelektual. Pihaknya meyakini bahwa kampus adalah ruang belajar mahasiswa, karena di setiap sudut kampus adalah tempat mahasiswa belajar sesuatu. Hal ini dalam konteks, pendidikan di dalam maupun luar kelas yang sifatnya kolaborasi merupakan bagian dari pembentukan kompetensi mahasiswa.

Pada program sayembara ini, pihaknya berusaha mendapatkan sebuah desain yang ideal untuk fasilitas kemahasiswaan yang bisa mengakomodir kegiatan, karakter, serta cita-cita mahasiswa ITB. Tak hanya pada tataran perencanaan desain fisik, pihaknya juga menyusun pedoman dan manajemen pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan dari fasilitas kemahasiswaan itu sendiri.

“Kami memahami bahwa dalam upaya menyediakan fasilitas kemahasiswaan ini butuh perancanaan yang tepat dan sesuai dengan nilai-nilai serta sejarah berdirinya ITB,” ujar Prasetyo.

Sementara itu, perwakilan panitia sayembara desain Fasmawa, Dibya Kusyala S.T.,M.T mengemukakan, sayembara ini dilaksanakan untuk perancangan desain fasilitas kemahasiswaan yang ada di kampus ITB Ganesha. Seperti diketahui, Kampus ITB Ganesha adalah sebuah kampus urban di Bandung Utara, dimana kawasannya dinyatakan sebagai Kawasan Warisan. Bangunan di dalam kampus ini sudah sangat sulit untuk bertambah karena sudah mencapai KDB maksimal untuk pengembangan. Namun jumlah mahasiswa terus bertambah, dan ITB mendapatkan mandat untuk dapat menampung kapasitas yang lebih banyak. Implikasi dari hal tersebut aktivitas juga ikut meningkat. Jumlah Organisasi dan Unit Kemahasiswaan terus meningkat. Dan hal ini memunculkan masalah baru terkait dengan ruang dan fasilitas kemahasiswaan di kampus ini.

“Perbaikan pada bangunan yang sudah ada pun akhirnya tidak dapat dihindarkan. Terdapat tiga lokasi yang menjadi konsentrasi Sekretariat Unit dan Organisasi dalam kampus yaitu Campus Centre Barat, Sunken Court dan Saraga,” jelasnya.

Tiga area ini direncanakan untuk dikembangkan dengan konsep Resource Sharing, Pengembangan diperlukan melihat kondisi sebelumnya yang lembab, kurang cahaya dan dinilai tidak sesuai untuk aktivitas mahasiswa. Lounge yang kurang sesuai untuk menerima kunjungan dari luar serta papan pengumpuman dan spanduk yang perlu diubah menuju media ramah lingkungan dan lebih rapih. Terlebih permasalahan-permasalahan lainnya seperti ruang yang tidak cukup, sangat sempit, alat-alat kesenian dan kebudayaan yang kurang diinventarisir padahal memiliki nilai budaya luhur, serta jauh dari kata nyaman dan tidak memiliki konsep sekretariat yang kreatif.

 

Logo Kemahasiswaan ITB

Gedung Campus Center Barat Lantai 1

Jl. Ganesa No.10 Lebak Siliwangi

Kec. Coblong, Kota Bandung 40132

Phone: (022) 2504814

© Direktorat Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung