JAKARTA, kemahasiswaan.itb.ac.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mencatatkan prestasi nasional melalui penghargaan yang diraih dosen dari Program Studi Oseanografi FITB ITB pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia di Jakarta. Ajang penghargaan tersebut diadakan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi sivitas akademika dan institusi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang berdampak luas bagi pendidikan tinggi, riset, dan masyarakat.
Dalam kategori Dosen Berdampak, penghargaan dianugerahkan kepada Dr.rer.nat. Suliskania Nurfitri, S.Si., M.Si., dosen Oseanografi ITB yang telah menunjukkan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta pemberdayaan mahasiswa dan masyarakat. Penghargaan ini diberikan melalui mekanisme seleksi yang ditetapkan oleh kementerian, dengan pengumuman awal pada Oktober 2025 dan penyerahan sertifikat penghargaan dilaksanakan pada Desember 2025.
Menurut Dr. Suliskania, penghargaan kategori Dosen Berdampak diberikan atas kontribusi dosen tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap konsistensi kontribusi yang telah dilakukan.
Selain perannya sebagai pengajar, Dr. Suliskania aktif terlibat dalam berbagai proyek riset yang didukung oleh pendanaan baik nasional maupun internasional. Beberapa di antaranya melibatkan dukungan dari The Asahi Glass Foundation dan Program EQUITY (Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition) yang dikelola oleh LPDP, dengan fokus pada proyeksi kondisi perairan Indonesia melalui pendekatan model iklim. Kegiatan penelitian ini juga secara langsung melibatkan mahasiswa sarjana hingga tahap penyusunan publikasi ilmiah, sehingga memperkuat pengalaman riset mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran akademik.
Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Dr. Suliskania melaksanakan program edukasi bagi pembudidaya ikan air tawar di kawasan Waduk Jatiluhur. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan pemanfaatan bahan pakan alternatif berbasis sumber organik untuk mendukung praktik budidaya yang berkelanjutan serta meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kontribusi akademik tidak hanya diukur dari capaian ilmiah yang eksplisit, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan melalui keterlibatan aktif dalam membimbing generasi muda serta berkontribusi pada perkembangan masyarakat secara luas. Pengakuan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen ITB dalam menghasilkan ilmu yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi pembangunan nasional.