GARUT, kemahasiswaan.itb.ac.id — Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui program Kolaborasi Terpadu Aksi Lingkungan Edukatif Serta Tata Aman Resapan Implementatif (KITA LESTARI) menyelesaikan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sukalaksana, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut pada Rabu (9/9/2026). Program ini mengintegrasikan edukasi pengelolaan sampah dengan penerapan teknologi sederhana berupa lubang biopori yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Desa Sukalaksana yang berada di wilayah perbukitan menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah rumah tangga dan perkebunan. Melalui pendekatan partisipatif, tim KITA LESTARI berupaya mendorong masyarakat untuk memahami sekaligus menerapkan pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ketua Tim KITA LESTARI, Tarisha Sabina Herlambang, mengatakan program tersebut dirancang untuk tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.
“Program KITA LESTARI hadir untuk merangsang pola pikir masyarakat sekaligus menghadirkan solusi praktis yang berkelanjutan bagi warga Desa Sukalaksana dalam mengelola limbah rumah tangga dan pertanian secara mandiri,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan social mapping berbasis etnografi untuk memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan kegiatan edukasi dan intervensi lingkungan yang sesuai dengan kondisi Desa Sukalaksana.
Edukasi pengelolaan sampah selanjutnya dilakukan melalui lokakarya mengenai konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) yang menyasar masyarakat umum dan anak-anak. Agar materi lebih mudah dipahami, tim juga memperkenalkan media pembelajaran interaktif berupa buku anak yang mengangkat pengelolaan sampah dengan pendekatan yang lebih menyenangkan.
Selain kegiatan edukasi, masyarakat bersama tim KITA LESTARI turut melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi warga untuk terlibat langsung sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Penerapan solusi lingkungan kemudian diwujudkan melalui pembuatan instalasi lubang biopori secara massal di sejumlah titik, termasuk area sekitar sekolah dan lokasi pembuangan limbah kopi. Biopori dimanfaatkan sebagai sarana resapan air sekaligus membantu proses pengomposan sampah organik.
Pelaksanaan program melibatkan berbagai unsur masyarakat, di antaranya komunitas Kopi Waladri, masyarakat umum, serta perangkat Desa Sukalaksana. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan kebiasaan masyarakat, termasuk mengurangi praktik pembakaran sampah dan meningkatkan pemanfaatan limbah organik.
Melalui penerapan biopori, limbah organik juga dapat dikembalikan ke dalam siklus alami untuk membantu menjaga kualitas tanah. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus mendukung produktivitas pertanian masyarakat setempat.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim KITA LESTARI membentuk wadah komunikasi berbasis komunitas dan merancang evaluasi secara berkala setiap tiga bulan. Mekanisme tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan praktik pengelolaan lingkungan yang telah diperkenalkan selama program berlangsung.
Melalui KITA LESTARI, mahasiswa ITB tidak hanya menghadirkan edukasi mengenai lingkungan, tetapi juga mendorong masyarakat Desa Sukalaksana untuk terlibat langsung dalam menciptakan solusi yang sesuai dengan kondisi lokal. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan mandiri.