Subang, kemahasiswaan.itb.ac.id — Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui Program Mahasiswa Berdampak yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan di Desa Cikujang, Kabupaten Subang, pada Minggu (9/10).
Program Mahasiswa Berdampak merupakan inisiatif dari Kemdiktisaintek yang menitik-beratkan pada pemberdayaan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial melalui aksi nyata di masyarakat. Program ini memberi ruang bagi mahasiswa ITB khususnya organisasi mahasiswa yaitu Kabinet Keluarga Mahasiswa (KM) ITB untuk melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis riset, inovasi, teknologi, dan kolaborasi kampus-masyarakat.
Program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa ITB, sebab bagi mahasiswa ITB ilmu yang dipelajari di dalam kelas harus kembali kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 1 hingga 15 September 2025 ini menyasar 4 program yaitu Pendidikan, Pemberdayaan UMKM, Kesehatan, dan Air Bersih. Keempat program tersebut dipilih berdasarkan kondisi dan hasil survey di desa. Keempat program tersebut dinilai sangat tepat, seperti halnya pada Pemberdayaan UMKM, petani kopi di Desa Cikujang belum sepenuhnya optimal dalam pengolahannya, sehingga program itu mendorong para petani untuk mengekplorasi ilmu-ilmu pascapanen. Pada tema pendidikan mahasiswa ITB mengenalkan dan mengajak para siswa SD untuk berani bereksperimen sederhana yang dapat meningkatkan rasa keingintahuan dari setiap anak, atau sulitnya akses warga terhadap layanan kesehatan menjadi ide dalam memilih tema kesehatan, ratusan warga mendatangi posko cek kesehatan gratis oleh mahasiswa ITB yang didampingi oleh dokter profesional, serta pengadaan sensor air bersih yang dapat mendukung operasional Dapur Makanan Bergizi Gratis untuk memastikan setiap air yang digunakan bebas dari bakteri apapun. Selain pelatihan pemanfaatan hasil panen, mahasiswa juga menggelar bimbingan teknis pemberdayaan UMKM pada agenda, masyarakat dibekali bagaimana hasil panen dapat menjadi sebuah produk yang unggul dan bernilai tinggi.
Faiz, ketua KM ITB, sangat antusias dalam menyambut program ini, menurutnya program tersebut sangat sejalan dengan visi misinya sebagai mahasiswa yang memiliki status yang sangat penting dalam memberikan manfaat untuk masyarakat, “kami sangat senang menyambut program ini, dari program ini kami bisa sama-sama saling belajar dan saling memberikan manfaat”, ujarnya. Ia menambahkan ilmu yang didapat di dalam kelas harus kembali kepada masyarakat dan memberikan dampak yang signifikan.
Ratusan warga dari berbagai kalangan turut hadir untuk mengikuti keempat program tersebut yang dilaksanakan di Balai Desa Cikujang. Beberapa diantaranya turut aktif sekaligus berkonsultasi mengenai cara mengolah hasil panennya agar menjadi produk yang bernilai jual tinggi dan cara menjaga kesehatan yang baik. Rodiah, Kepala Desa Cikujang turut memberikan komentar, menurutnya program ini sangat berguna di tengah kesulitannya warga desa dalam menjual hasil panennya, “Alhamdulillah desa kami terpilih menjadi lokasi kegiatan ini, karena kebetulan sekali kami titik kelamahan yang ada di desa kami memang sangat berkaitan dengan keempat program tersebut”, pungkasnya. Rodiah menghimbau kepada warganya agar memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini sebagai upaya pertumbuhan desa.