Berita

Mengenal Pembinaan Karakter Asrama ITB dalam PPKM

Kamis, 15 Oktober 2020 - Anne Rufaidah

BANDUNG, Ditmawa ITB – Bagi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi atau yang kini dinamai KIP-K (Kartu Indonesia Pintar-Kuliah), diwajibkan menempati asrama ITB di tahun pertama mereka masuk ke perguruan tinggi. Dalam acara Program Pengembangan Karakter dan Motivasi Asrama (PPKM) ITB yang digelar secara daring pada 10 Oktober 2020 lalu. 

Acara yang berlangsung selama streaming di channel youtube Ditmawa ITB ini pun membahas beberapa poin, utamanya perihal program pembinaan karakter bagi mahasiswa di asrama. Asisten Pembinaan Asrama ITB, Vicky Wahyu menuturkan, model pembinaan mengacu pada pembinaan karakter dimana mahasiswa baru yang akan melepaskan fase remajanya ini, ditransformasikan jadi pribadi yang lebih dewasa. 

“Ada tiga tahapan pembinaan, diantaranya soal pengenalan diri (self awareness), pengembangan (eksplorasi), dan pelepasan (aktualisasi diri),” ucap Vicky. 

Ia mengungkapkan, harapan pada mahasiswa tingkat I yang mendiami asrama bisa memiliki karakter yang lebih peduli terhadap sesama, bisa saing bantu, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang diamahkan pada mereka. Hal-hal tersebut adalah karakter utama yang ingin diterapkan pada para beswan KIP-K. 

Menurutnya, pembinaan di asrama bisa dilakukan selama 24 jam. Pasalnya, mahasiswa tinggal dalam satu tempat yang sama. Ia menyebutkan, metode pembinaan tidak hanya dilakukan secara formal antara mahasiswa dengan para mentor atau dosen saja, tetapi juga dalam bentuk sosialisasi keseharian, terutama dalam penerapan nilai-nilai kebaikan di asrama. 

Tak hanya memaparkan perihal pembinaan di asrama, dalam acara ini pun dibahas soal organisasi mahasiswa yang bisa menjadi wadah kolaborasi para beswan KPI-K. Salah satunya yakni Forum Bidikmisi (FBM) ITB. 

“FBM ITB merupakan sebuah perkumpulan mahasiswa penerima beswan Bidikmisi yang selanjutnya disebut KIP-K dan berada di ITB. Organisasi ini jadi wadah aspirasi, kolaboratif, responsive, dan jug ainformatif untuk para beswan ITB dan mendorong mahasiswa Bidikmisi untuk berdikari membangun negeri,” jelas Ketua FBM ITB Sri Esti Lutfiana. 

Ia pun menyebutkan bahwa FBM dibentuk salah satunya untuk menjembatani para beswan dengan Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB, yang berkaitan dengan pencairan dana beasiswa atau pun kegiatan kemahasiswaan lainnya. Melalui Ditmawa, para beswan bisa menggelar berbagai kegiatan pengembangan serta pembinaan karakter penghuni asrama, agar memaksimalkan potensi dan peluang yang dimiliki selama berkuliah di ITB.