Berita

Serunya KRSBI Beroda dengan Fitur “Operan” Antar Robot 

Minggu, 22 November 2020 - Anne Rufaidah

BANDUNG, Ditmawa ITB – Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda pada KRI Daring 2020 dinilai menggunakan teknologi yang lebih baik dan pertandingan dirasa lebih menarik saat pelaksanaan daring. Hal ini disampaikan salah satu dewan juri dari kategori KRSBI Beroda Ir. Heru Santoso BR, M. Eng, Ph. D dari Universitas Gadjah Mada 

“Pada saat pelaksanaan KRI Daring, pada kategori KRSBI Beroda ada fitur yang bisa dilakukan dan hal itu tidak dilakukan pada KRI Luring (luar jaringan), yaitu fitur Operan. Hal ini berarti, setiap robot bisa melakukan gerakan oper-operan bola, karena setiap tim membuat robot dummy sebagai lawan mainnya. Hal ini membuat pertandingan jadi lebih menarik,” terang Heru. 

Ia mengungkapkan, peminat terhadap kategori KRSBI Beroda cukup banyak. Di awal pembukaan pendaftaran, tercatat sekitar 50 tim dari seluruh wilayah Indonesia. lalu diseleksi dalam dua tahap, Wilayah I dan Wilayah II. Pada seleksi Wilayah I terdapat 20 tim yang lolos, sedangkan untuk Wilayah II ada sekitar 25 tim. Lalu seleksi berikutnya terpilih menjadi 22 tim yang lolos ke tahapan KRI tangkat nasional. 

Meski berlangsung lancar hingga tahapan final, akan tetapi diakui Heru bahwa pelaksanaan KRI secara daring bukan tanpa kendala. Ia mengatakan, tantangan terbesar pada faktor komunikasi, terutama antara peserta dan juri yang dilakukan secara online. 

Meski demikian, hal tersebut dinggap masih bisa ditolerir. Soal penjurian, kata Heru, juri sejauh ini memang melakukan penjurian sangat tergantung pada kualitas kamera serta jaringan internet dari yang peserta sediakan di lokasi masing-masing.  Hal tersebut tidak menjadi kendala lantaran secara standar kualitas, para peserta sudah mampu menyediakan. 

Adapun robot pada kategori KRSBI Beroda memiliki kemampuan robot harus bisa di start secara remote. Metode remote yang digunakan dibebaskan pada masing-masing tim. Setelah start, robot tidak boleh dikendalikan, tetapi harus autonomous, baik saat menemukan bola, menggiring ataupun menendang bola. Selain itu, robot pun harus dilengkapi alat penangkap dan penggiring bola sehingga pada saat bola digiring, bola tidak terangkat, harus berputar natural, dan memenuhi syarat bahwa hanya sepertiga bagian bola yang boleh masuk ke robot.