Berita

Bakuh Danang Setyo Budi Juara 1 Kompetisi Bidang Kimia di KSB 2020

Rabu, 30 Desember 2020 - Anne Rufaidah

BANDUNG, Ditmawa ITB – Bakuh Danang Setyo Budi, mahasiswa dari program studi Astronomi, FMIPA ITB berhasil menyabet Juara 1 bidang Kimia pada Kompetisi Sobat Bumi (KSB) 2020 yang diadakan oleh Pertamina, belum lama ini. 

Dalam kompetisi tersebut, ia membuat makalah bidang kimia yakni Fotokatalis Air dengan Pemisahan Air, dan makalah yang berjudul Sintesis Hidrogen sebagai EBT Masa Depan: Water Splitting by Photocatalyst.  Ia menyebutkan, metode pembuatan makalah tersebut menggunakan studi literatur jurnal, jadi ia tidak membuat langsung alatnya. Persiapan untuk membuat makalah tersebut hanya lima hari termasuk membuat PPT presentasinya.

“Kompetisi ini terdiri dari dua cabang lomba yakni Projek Inovasi dan Teori Sains, khusus teori Sains dibagi lagi jadi empat bidang yakni Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Kalau Projek Inovasi setau saya semacam lomba projek-projek begitu, dan teori sains ini lebih ke arah olimpiadenya,” ujar Bakuh. 

Ia mengungkapkan, ada tiga tahapan dalam mengikuti kompetisi itu, mulai dari babak penyisihan wilayah, semifinal, dan grand final.  Penyisihan wilayah berupa soal pilihan ganda yang dikerjakan melalui situs sobatbumi.id, kemudian dipilih 17 peserta terbaik masing-masing bidang terdiri dari 10 peserta terbaik dari 10 regional, dan 7 peserta terbaik paralel nasional selain 10 peserta sebelumnya. Lalu pada tahapan  semifinal, para peserta membuat makalah beserta PPT yang berisi jawaban soal open-ended. Setelah itu, peserta melakukan seleksi tertulis esai secara offline sesuai protokol kesehatan di Universitas asal atau Universitas mitra terdekat domisili. Dari penilaian makalah dan esai dipilih 8 orang terbaik menuju babak Grand Final yang diumumkan pada tanggal 8 Desember 2020 pukul 17.30 WIB. Pada babak semifinal ini, saya memilih Universitas Mulawarman sebagai tempat tes tertulis.

“Peserta yang lolos di babak Grand Final diwajibkan mempresentasikan PPT yang sudah dibuatnya dihadapan 4 juri dalam durasi ~15 menit dilanjutkan sesi tanya jawab oleh juri selama ~20 menit. Presentasi ini melalui Zoom dari rumah masing-masing. Pelaksanaannya pada tanggal 10 Desember 2020 dari jam 8.00 hingga 14.00 WIB. Kemudian sebanyak tiga peserta terbaik sebagai juara 1, 2, dan 3 dengan kriteria penilaian 50% esai + 25% presentasi + 25%makalah,” terangnya. 

Meski sudah berhasil menjuarai kompetisi, akan tetapi Bakuh tidak lekas berpuas diri. Ia bahkan menargetkan ingin mengikuti kompetisi bidang Kimia skala internasional khusus mahasiswa di tahun depan.

“Ini masih rencana,, namun salah seorang dosen ada mengajak saya untuk mempersiapkan kompetisi Kimia Internasional untuk tingkat Mahasiswa juga di tahun depan, tapi saya belum mengetahui kepastiannya karena pandemi ini juga ya. Doakan saja yang terbaik ,” tutupnya.