Berita

Tim Mahasiswa ITB Juara 1 Huawei ICT Competition 2020

Selasa, 12 Januari 2021 - Anne Rufaidah

BANDUNG, Ditmawa ITB- Tim mahasiswa ITB berhasil menjuarai Huawei ICT Competition 2020 yang diadakan 14 November 2020 lalu. Hal ini sekaligus membuat tim ITB mewakili Tim Huawei Cloud Indonesia ke kompetisi regional tingkat Asia Pasific. 

Tim ini terdiri dari 3 mahasiswa program studi Teknik Telekomunikasi ITB diantaranya Fandi Azam Wiranata, Hafidz Mulya Harjono, dan Galih Fajar Fitra.  

Huawei ICT Competition diadakan setiap tahunnya, sehingga sudah menjadi agenda rutin untuk mahasiswa ITB ikut berpartisipasi. Pada kompetisi ini terdapat dua tahapan yaitu tahapan Preliminary Stage/ seleksi di tingkat universitas. Di seleksi ini diambil 3 mahasiswa terbaik dalam hal praktik dan teori berkaitan dengan Cloud Track (Cloud Computing, Cloud Service, Big Data, storage, dan AI) yang kemudian dijadikan satu tim untuk mewakili ITB di level nasional. Lalu ada juga tahapan National Level, beradu dengan tim terbaik dari berbagai universitas. 

“Track yang tim kami ambil adalah Cloud dengan materi yang diujikan mengenai Cloud Computing, Cloud Service, Big Data, storage, dan AI menggunakan platform yang disediakan Huawei. Pada seleksi nasional, tim kami diminta membangun arsitektur jaringan berbasis Cloud Computing dan Cloud Service menggunakan platform HuaweiCloud. Selain itu disediakan dataset dan resource untuk keperluan Big Data case. Untuk storage, juga diminta membuat arsitektur sesuai case yang diberikan. Total waktu pengerjaan adalah 4 jam,” terang Fandi. 

Ia mengatakan, untuk persiapan ke babak nasional sudah dilakukan kurang lebih 2 bulan semenjak training yang di berikan Huawei untuk persiapan sleksi Preliminary Stage. Meski sudah melakukan persiapan namun diakuinya ada beberapa kendala yang dihadapi semisal adanya keterbatasan resource untuk latihan storage.  Dengan capaian hasil yang didapat saat ini, kata Fandi, penilaian juri sangat ketat. 

“Penilaian didasarkan dari seberapa banyak case yang bisa diselesaikan, setiap casenya sudah diberikan poin tertentu. Tim kami mendapatkan poin terbanyak,” ucapnya.