Berita

Upaya Tekan Kecelakaan Berkendara, Mahasiswa ITB Bikin Folcon

Selasa, 12 Januari 2021 - Anne Rufaidah

BANDUNG, Ditmawa ITB – Tak dipungkiri bahwa tangka kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih dinilai tinggi. Faktor human error khususnya kondisi fisik seperti kelelahan yang berlebihan menjadi salah satu pemicunya. 

Sekelompok mahasiswa ITB yang turut serta membuat bisnis di bidang Teknologi pada ajang Program Kewirausahaan Mahasiswa )PMW) 2020, berupaya menciptakan sebuah alat yang dinilai bisa memonitor tingkat kebugaran pengemudi dalam berkendara, khususnya terkait rasa kantuk. Alat yang dinamai Falcon (Focus Alarm and Concentration) ini pun diyakini bisa memberikan respon yang dibutuhkan, saat pengemudi merasa kantuk berlebihan. 

“Kami membuat suatu alat yang dapat mempertahankan fokus dan konsentrasi pengguna. Sasarannya mulai dari pengendara kendaraan bermotor hingga, para pekerja yang membutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dalam bekerja dan meminimalisasi kecelakaan kerja akibat kurang konsentrasi,” ujar Ketua Tim Folcon, Rafita Erli Adhawiyah. 

Ia mengatakan, bahwa Folcon adalah sebuah alat yang terdiri dari earpiece dan gelang yang dilengkapi oleh sensor-sensor untuk menerima data keadaan tubuh pengemudi. Data-data tersebut akan diolah oleh sistem dan menghasilkan respon berupa getaran halus (silent vibrate). Earpiece akan dilengkapi dengan komponen pengukur suhu tubuh non kontak melalui telinga dan memiliki sensor sudut kemiringan leher pengemudi. Pengukuran suhu dan sudut leher yang didapat akan digunakan sebagai acuan keadaan pengemudi. 

Menurutnya, keadaan mengantuk menyebabkan suhu tubuh menurun, denyut jantung melambat, dan posisi kepala tidak tegak. Gelang pada alat ini akan dilengkapi dengan sensor denyut atau heartrate dan membran yang akan memberikan vibrasi halus (silent vibrate) ketika pengguna terdeteksi dalam keadaan mengantuk. Metode pemberian vibrasi halus ini disebut entrainment. Tujuan akhir pemberian vibrasi halus adalah mendorong jantung berdetak dengan ritme sesuai vibrasi yang diberikan.  Untuk desain fisik, kata Rafita, alat ini menggunakan silicone strap untuk bagian gelang dan bagian earpiece akan menyerupai bentuk headphone blootooth. 

“Kami berharap, alat inibisa bermanfaat bagi masyarakat luas dan mampu meningkatkan keselamatan bagi para pekerja. Rencananya, pengembangan produk akan berfokus ke penyempurnaan untuk memperkecil dan memperingan produk. Purwarupa yang telah dikembangkan masih perlu proses agar dapat dikenakan oleh pengguna tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman,” tutup Rafita.