Berita

Mengupas Startegi Raih Medali Pimnas dalam Sosialiasi PKM ITB

Rabu, 10 Februari 2021 - Anne Rufaidah

BANDUNG, Ditmawa ITB – Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2021 semakin dekat. Berbagai persiapan dan sosialisasi pun gencar dilakukan ITB guna menarik peserta mahasiswa agar bisa semakin banyak dan bahkan bisa lolos serta meraih medali di PIMNAS nanti. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi PKM 2021 yang dilaksanakan secara daring pada 9 Januari 2021 oleh Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB.

Pemateri dalam sosialiasi tersebut dianraranya Prof. Dr. Sundani Nurono dan Dr. Tendy Y. Ramadin S.Sn, M.Sn. Pada kesempatan tersebut, keduanya tak hanya memaparkan asal mula, tujuan serta visi misi PKM dilaksanakan, akan tetapi juga mengupas startegi dan paparan evaluasi para peserta PKM yang berasal dari ITB.

“PKM berfokus pada evaluasi kreativitas mahasiswa dan hal ini saya yakini sudah dipahami oleh mahasiswa. Dalam penilaiannya, Belmawa Kemdikbud menekankan PKM ini pada keunikan dan kebermanfaatan pada masyarakat. Sehingga hasil dari PKM ini harus bisa menunjukan dua hal tersebut,” ujar Sundani.

Ia menyebutkan, karya PKM mahasiswa diharapkan menjadi karya intelelktual yang tidak hanya dibagikan dan dirasakan manfaatnya oleh kolega-koleganya kelak, namun juga menyentuh permasalahan masyarakat.  Perihal teknis, kata Sundani, berbagai aturan format proposal maupun kategori-kategori dalam PKM harus dipatuhi oleh mahasiswa. Hal ini berkenaan dengan poin yang akan diraih, sehingga menentukan mahasiswa tersebut lolos di Pimnas atau tidak.

Hal senada disampaikan oleh dan Dr. Tendy Y. Ramadin S.Sn, M.Sn. Menurutnya, banyak teknologi yang sulit dipahami lintas generasi,\, untuk itu perlu dilakukan perubahan fundamental untukk menghasilkan nilai-nilai akademik, sosial, dan ekonomi. Karena hal tersebut merupakan kata kunci dalam transformasi sebuah perguruan tinggi.

“Kita harus berpegang pada prinsip relevance bahwa apa-apa yang jadi pokok bahasan di dalam kampus juga kurang lebih, merupakan apa-apa yang dibahas dalam konteks sosial yang lebih luas, meskipun dengan keda;aman dan kompleksitas yang berbeda,” ucap Tendy.