Berita

Studium Generale KU 4078, Umar Khayam: Belajar Mencintai Indonesia

Sabtu, 01 Mei 2021 - Anne Rufaidah 820

BANDUNG, Ditmawa ITB – Dalam kehidupan sehari-hari, kerap tersaji informasi bagaimana kondisi bangsa dan negara saat ini. Akan tetapi, dengan dalih kesibukan, negara yang dipijak yakni Indonesia, nyatanya terasa jauh. Hal itu diungkapkan Dosen Sekolah Teknologi Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Dr. Umar Khayam ST., MT, saat menjadi pembicara pada Studium Generale KU 4078 seccara virtual beberapa waktu lalu (28/4/2021). 

“Negeri yang kita pijak ini, nyatanya terasa sangat jauh dari kehidupan sehari-hari kita. Bahkan karena kesibukan, kita tidak menyadari bahwa kita adalah bagian dari bangsa ini. Hal ini seharusnya membuat kita bisa berkontribusi terhadap perkembangan Indonesia,” ujar Umar. 

Belajar mencintai bangsa sendiri seharusnya menjadi salah satu upaya yang harus dilakukan sebagai warga negera. Menurut Umar, hal tersebut hanya bisa dilakukan melalui proses kesadaran yang diawali dari niat, tekad yang kuat, doa serta usaha yang tak putuh untuk berkontribusi pada negeri. Ia menyebutkan, harus ada kerja nyata yang dilakukan guna memicu kecintaan pada tanah air. 

Dengan segala potensi kekayaan alam dan sumber daya manusia yang dimiliki, kata Umar, Indonesia sepatutnya dibanggakan dan dipuja oleh warganya sendiri. Menilik kekurangan yang dimiliki suatu bangsa, Umar berharap agar masyarakat bisa dimakluminya. Tak hanya itu, kekurangan tersebut dijadikan lecutan agar bisa berkontribusi dan memberikan solusi terhadap permasalahan bangsa. 

“Indonesia memiliki modal dasar yang sangat besar. Dengan segala potensi kekayaan budaya dan inetelktualnya, seharusnya kita bisa melihat bahwa negeri ini bisa jauh berkembang lebih pesat daripada saat ini. Kita pun harus menyadari bahwa di tengah kondisi tidak ideal bangsa saat ini, bukanlah sebuah kondisi akhir. Selalu ada peluang untuk memperbaiki masa depan negeri ini,” ucap Umar.