Berita

Mahasiswi ITB, Raih Juara 2 Best in Class Campus pada Ajang The Hult Prize International

Rabu, 02 Juni 2021 - Anne Rufaidah 935

BANDUNG, Ditmawa ITB – Aisyah Moulyni, mahasiswa program studi Manajemen, Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB berhasil menduduki peringkat 2 dalam kategori Best In Class Campus pada ajang The Hult Prize skala Internasional. 

Ia mengatakan, Hult Prize adalah kompetisi tahunan selama setahun yang mengumpulkan ide-ide dari mahasiswa tingkat universitas setelah menantang mereka untuk memecahkan masalah sosial yang mendesak. Ada pun topik yang diusung seputar ketahanan pangan, akses air, energi, dan pendidikan.  Didirikan oleh Ahmad Ashkar dan didanai oleh Bertil Hult, Bertil Hult, bersama dengan keluarganya - pendiri EF Education First - menyumbangkan US $ 1 juta dalam bentuk modal awal untuk membantu tim pemenang meluncurkan perusahaan sosial.  

“Dalam proses kompetisi yang menyaring jutaan orang dari seluruh penjuru dunia, terdapat tahap pertama yaitu tahap on campus program yang diketuai oleh campus director. Salah satu kampus yang menyelenggarakan Hult Prize on Campus adalah ITB, sehingga terciptalah Hult Prize at ITB yang diketuai oleh saya sebagai campus directornya. Sepanjang 2020 - 2021 ada sekitar 2000+ lebih campus director yang berusaha menduduki atau memenangkan "Best in Class Campus Director", yang salah satunya berasal dari Harvard Univeristy, Monash University, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan masih banyak lagi,” terang Aisyah. 

Ia menyebukan, pada awal Bulan Mei kemarin akhirnya diumumkan Top 20 Best Campus Director Nominee untuk setiap benua. Lalu dari benua Asia, ITB dan dari UI berhasil masuk ke dalam nominasi tersebut. Pengumuman top 20 Dunia akan diumumkan pada awarding nigh, dan menyatakan ITB dan UI berhasil lolos ke Worldwide TOP 20. 

“Tidak berhenti disitu, diumumkannya "Best In Class Nominee" yang berasal dari 3 negara berbeda, ada saya dari Indonesia, dari Kenya, dan dari Yordania. Dan akhirnya saya pun mendapatkan posisi "Best 2 In Class" setelah Yordania yang menduduki peringkat pertama,” ujarnya. 

Menurut Aisyah, adanya kriteria juri yaitu pengurus pusat dari Hult Prize Foundation adalah juri yang top tier dan banyak, media coverage, event yang diselenggarakan, serta factor X. Berdasarkan analisa, Hult Prize di ITB bisa menduduki juara 2 dunia karena mempunyai media coverage yang luas, top notch program dan top tier judges. Selain itu juga terdapat program berkelanjutan yang jadi daya tarik dari Hult Prize di ITB.