Berita

PMB 2021 Training Pengembangan Karakter , Alihkan Manajemen Waktu ke Manajemen Prioritas 

Sabtu, 11 September 2021 - Anne Rufaidah 455

BANDUNG, Ditmawa ITB – Tidak dipungkiri bahwa masa-masa menjadi mahasiswa baru, tentu diliputi banyak keingintahuan soal kegiatan apa saja yang bisa dilakukan semasa mereka berkuliah di ITB. Hal ini kerap menjadi kesibukan yang melelahkan bagi mahasiswa, selain harus mengejar pengetahuan akademik. Namun kegiatan-kegiatan tersebut sebenarnya sangat baik untuk dilakukan oleh mahasiswa, akan tetapi pengaturan jadwal dan pilihan kegiatan membuat mahasiswa bisa merasa tertekan. 

Dalam rangkaian kegiatan Training Pengembangan Karakter, Strategi Menjadi Pribadi Efektid dan Strategi Sukses di Kampus (SMPE-SSDK) ITB, mahasiswa akan diajak untuk memahami perbedaan soal manajemen waktu dan manajemen prioritas. Acara yang digelar secara daring pada 11 September 2021 ini juga akan memberikan tips dan trik, bagaimana mengelola kegiatan dan emosi yang dirasakan oleh mahasiswa. 

“Dengan semua kegiatan yang kita ikuti, tentu terkadang kita merasa Lelah dan bertanya-tanya kenapa kegiatan tidak selesai-selesai. Padahal jika kita kembali ke awal, bahwa kegiatan tersebut kita ambil secara sadar atas dasar keinginan sendiri, tidak terpaksa. Jika kita merasa lelah menjalani sesuatu yang kita putuskan untuk dijalani, sebenarnya itu adalah hal yang wajar. Hal itu perlu kita validasi kebenarannya karena itu adalah bentuk emosi dari ekspresi diri kita sebagai manusia,” terang salah seorang Trainer SMPE-SSDK, Rama Adamas. 

Menurutnya, banyak kegiatan yang baik namun belum tentu semuanya tepat untuk kita. Itulah mengapa sebagai mahasiswa harus memiliki prioritas di tengah waktu yang terbatas. Ia mengatakan mahasiswa biasanya memiliki banyak kegiatan selain akademiknya, seperti mengikuti organisasi atau kompetisi. Meski demikian, mahasiswa seharusnya tetap memiliki waktu sendiri, dimana waktu tersebut diisi dengan hal-hal yang disukai dan untuk berkontemplasi dengan jiwa dan pikirannya. 

Ia menyakini bahwa sebagian mahasiswa sudah terbiasa membuat manajemen waktu, baik untuk kegiatan harian, mingguan, atau bahkan bulanan. Akan tetapi ia pun menyadari bahwa jadwal manajemen waktu yang dibuat pasti tidak sepenuhunya sesuai dengan yang direncanakan. Untuk itu, ia menyarankan untuk beralih  dari manajemen waktu ke manajemen prioritas. 

“Sudah waktunya mahasiswa tidak sekadar mengatur waktu kegiatan saja, tetapi juga mengatur kegiatan apa saja yang akan dilakukannya. Ketika kita memprioritas kegiatan apa saja yang akan dilakukan hari ini, maka semua tugas dilakukan secara berurutan. Dari yang mulai tugas yang harus saat itu dilakukan, hingga tugas yang masih bisa dijadwalkan besok kemudian,” ucapnya.