Berita

KKN Tematik ITB 2021, Belajar pada Masyarakat Desa, Mengabdi pada Tanah Air 

Minggu, 12 September 2021 - Anne Rufaidah 458

TASIKMALAYA, Ditmawa ITB – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ITB 2021 sudah dimulai. Acara dilaksanakan secara terbatas dan menerapkan Standar Protokol Kesehatan yang cukup ketat, di Desa Ciroyom, Kecamatan Bojong Gambir, Kabupaten Tasikmalaya. Acara dilakukan secara offline mulai tanggal 12 September hingga Desember 2021 mendatang. 

Ketua Pelaksana KKN Tematik ITB 2021, Salman Farid mengatakan, acara KKN Tematik ITB dilakukan dengan dua konsep., ada yang dilaksanakan secara offline maupun online.  Pelaksanaan offline pun terbagi dalam beberapa tahap dan mahasiswa yang jadi peserta sangat dibatasi. Untuk itu, pelaksanaan KKN kali ini memang terbilang cukup panjang karena menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. 

“KKN Tematik ITB yang dilaksanakan di desa Ciroyom terbagi dalam beberapa kelompok di setiap dusun, dengan waktu yang berbeda-beda. Dusun pertama adalah Dusun Jayapura, yang mereupakan project dari Kelompok 7. Rencananya peserta akan membangun MCK (Mandi Cuci Kakus) yang layak bagi masyarakat dusun setempat,” ujarnya di sela-sela acara Penyambutan Mahasiswa KKN Tematik ITB 2021, di Tasikmalaya (12/9/2021). 

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Kepala Desa Ciroyom, Jojo Sumpena. Ia menuturkan, pihaknya sangat terbuka menerima kehadiran mahasiswa ITB di desa tersebut. Pasalnya, apa yang diprogramkan pada KKN Tematik ITB 2021 akan sangat berguna bagi masyarakat di wilayahnya. Meski diakui Jojo, awalnya pelaksanaan KKN Tematik ITB akan dilaksanakan pada tahun 2020, akan tetapi kondisi pandemi yang belum memungkinkan, membuat desanya harus sempat menunda program ini. Kini, Jojo pun bisa bernafas lega karena akan mendapatkan sejumlah bantuan infrastruktur bagi desanya. 

“Saya yakin bahwa apa yang nanti dikerjakan sekiranya bermanfaat bagi masyarakat kami. Hal ini tentu akan kami terima dan dukung dengan baik. Saya mewakili masyarakat di des aini menghaturkan terima kasih karena memilih desa Ciroyom sebagai tujuan dari program ITB. Mudah-mudahan program di desa kami ini bisa terlaksana dengan baik,” kata Jojo. 

Sementara itu, Direktur Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB, Dr. G. Prasetyo Adhitama M.Sn yang hadir pada acara penyambutan tersebut, turut menitipkan mahasiswa ITB pada pejabat kewilayahan serta masyarakat setempat. Ia menuturkan, bahwa hadirnya mahasiswa ITB di tengah-tengah masyarakat desa Ciroyom, tidak lain adalah untuk belajar secara langsung pada masyarakat. Ia menegaskan, bahwa mahasiswa ITB melaksanakan KKN Tematik ini bukan sebagai seseorang yang serba tahu atau bahkan lebih tahu dari masyarakat desa. Melainkan, ia berharap agar mahasiswa mampu membawa diri dan berinteraksi dengan baik secara langsung dengan masyarakat.

“Program ini merupakan bagian dari implementasi ilmu mahasiswa di kampus untuk bisa menjadi solusi yang diharapkan masyarakat di desa. Kami berterima kasih pada penduduk desa dan apparat kewilyahan yang berkenan menerima mahasiswa kami dan mohon bimbingannya agar mahasiswa kami bisa belajar bersama-sama dengan masyarakat di desa ini. Kami menyakini, bahwasannya saat mahasiswa benar-benar menjalankan KKN ini dengan baik, menjaga diri, maka apa yang mahasiswa bisa mendapatkan sesuatu yang sangat bermanfaat sebagai bekal kelak saat mereka lulus nanti dan terjun di masyarakat,” pungkasnya.