Berita

Studium Generale KU 4078, Haidar Bagir, Kerjakanlah Semua Pekerjaan Dengan Menyenangkan

Rabu, 15 September 2021 - Anne Rufaidah 346

BANDUNG, Ditmawa ITB – Sebagian dari kita menganggap bahwa passion dalam pekerjaan selalu identik dengan hobi. Padahal hal tersebut tidak selalu demikian. Hal tersebut diungkapkan oleh President Director Mizan Group sekaliggus Penggagas Gerakan Islam Cinta, Haidar Bagir, saat menjadi pembicara utama Studium Generale KU 4978 pada 15 September 2021.

“Kesalahan sebagian kita menganggap bahwa ketika berbicara tentang passion dalam pekerjaan, misalnya, kita cenderung mengidentikannya dengan hasrat yang kita anggap sudah given, lebih dekat kepada hobi,” ujar Haidar.

Menurutnya, pernyataan "Bekerjalah dalam bidang yang merupakan passionmu", dimaknai sebagai bekerjalah di bidang yang merupakan hobimu. Hal itu menjadi sebuah problematika, karena tidak selalu orang bisa bekerja di bidang yang merupakan hobinya.  Prinsip “bekerjalah sesuai hobimu” maka akan berakibat pada rentannya kecewa dan selalu tak pernah merasa nyaman bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan hobi.

Hal tersebut juga beresiko membuat seseorang bekerja tidak sepenuh hati dan selalu dikejar-kejar perasaan ingin pindah bekerja ke tempat lain, yang sesuai dengan hobinya. Ia menyakini, bahwa dengan konsep passion yang didefinisikan sebagai cinta, maka besar kemungkinan seseorang akan berusaha mencintai apa yang dikerjakan, meski pekerjaannya tidak sesuai dengan hobinya sekalipun.

Lalu bagaimana cara seseorang bisa mencintai pekerjaannya meski itu tidak sesuai dengan passionnya? Haidar menyarankan, agar setiap orang yang bekerja bisa memberi makna sebesar-besarnya pada apapun yang dikerjakan, baik itu yang sesuai dengan hobinya atau tidak.  

“Saya sering menyampaikan kepada para editor atau pemeriksa ejaan atau penyelaras aksara di perusahaan penerbitan saya, agar tak melihat pekerjaan mereka sebagai sekadar pekerjaan klerikal membetulkan ejaan atau tata bahasa buku yang mereka periksa. Jika itu yang terjadi, betapa besar kemungkinan muncul kebosanan dalam bekerja karena sifat repetitif dan monoton dari pekerjaan itu. Saya anjurkan mereka memandang pekerjaan mereka sebagai kegiatan menjadikan orang senang membaca buku karena buku yang telah disunting dengan rapi itu menjadi enak dibaca,” papar Haidar.

Baginya, pekerjaan yang dilakukan para editor tersebut sebetulnya kegiatan yang mencerdaskan dan memperluas wawasan seseorang, bahkan menjadikan orang lebih baik karena membaca buku. Ia menyebutkan, loncatan makna pekerjaan ini dalam kedua cara pandang tersebut akan berpengaruh cukup signifikan. Yg pertama kering makna, yang kedua kaya makna. Maka kecintaan kepada pekerjaan lebih mungkin muncul pada makna kedua. Ia menuturkan, makna terbaik yang bisa seseorang berikan adalah menjadikan apa saja yang dikerjakannya jadi lebih menyenangkan. Dorongan berbuat baik sesama dan tanpa pamrih adalah bagian dari kasih sayang alias compassion.

“Makin besar dorongan itu, makin besar pula makna yang kita bubuhkan kepada apa yg kita kerjakan tersebut. Dengan cara memahami seperti ini, maka pemahaman atas makna passion yang benar tak pernah bisa dilepaskan dari compassion,” pungkasnya.