Berita

LKM VIII ITB 2021, Memiliki Jiwa Profesional di Usia Muda

Sabtu, 25 September 2021 - Anne Rufaidah 408

BANDUNG, Ditmawa ITB – Menjadi sukses di usia muda adalah impian banyak generasi milenial saat ini. Ada beragam hal yang bisa dilakukan dan hal itu bisa diawali dengan terbiasa memiliki sikap professional dalam melakukan apapun.  

CEO of Sucor Sekuritas, Bernadus Setya Ananda, mengungkapkan dalam menjalani fase kehidupan di masa kuliah, seseoramg harus memiliki tujuan dan menyadari bahwa segala sesuatu yang diinginkan memerlukan perjuangan yang keras, untuk itu dibutuhkan mental seorang pemenang. Selain itu, ia pun menyakini bahwa keterampilan softskill tidak kalah penting dengan technical skill. Karenanya, mahasiswa harus berjuang untuk mendapatkan nilai index yang bagus. 

“Usai lulus biasanya mahasiswa itu mengalami pergolakan batin dalam menentukan tujuan pekerjaan, dan biasanya pekerjaan pertama yang dijalani itu adalah bagian dari batu loncatan perjalanan karirnya,” terang Bernadus saat jadi pembicara Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) VIII secara daring, 19 September 2021 lalu. 

Dalam menjalani hidup, ia menerapkan prinsip yang disingkatnya menjadi kata SHAPE. Hurup S dimaknai sebagai Spiritual Strength, H untuk Heart yang artinya bekerja dengan hati untuk memberikan dampak, A dimaknai Ability yakni kemampuan, P untuk Personality sebagai keahlian mengenali diri untuk menentukan posisi yang cocok, E dimaknai Experience sebagai pengalaman paling berkesan dan pengalaman yang dapat mendukung pencapaian diri. 

Ia mengatakan, selama bekerja di salah satu bank di Indonesia, ada hal penting yang ia alami. Yakni bagaimana membangun sikap peduli terhadap rekan kerja, agar bisa merasakan kebahagiaan yang sama saat tujuannya tercapai. Hal tersebut tentu berbeda dengan tantangan saat membangun perusahaan sendiri. Menurutnya, saat menjalani perusahaan ia sempat mengalami gagak merilis aplikasi perusahaan. Akan tetapi, berkat kegigihan dan keyakinannya, kendala yang sempat membuatnya gagal itu, bisa terus diperbaiki dan akhirnya perusahaannya berhasil merilis aplikasi tersebut. 

“Sekarang itu eranya kolaborasi, informasi terus berkembang pesat, dan kita harus dapat memberikan informasi yang valid. Sangat boleh bagi kita untuk belajar dari luar negeri. Kita juga harus menyesuaikannya dengan kondisi negeri kita, misalkan memulai sesuatu dari hal sederhana yang ternyata dapat mempengaruhi orang. Di era teknologi ini kita perlu terus mempelajari teknologi, jika tidak mengerti setidaknya kita mengetahui logikanya. Selain aplikasi hal yang paling berpengaruh adalah influencer dan membangun ekosistem dengan pihak-pihak lain,” pungkas pria peraih Indonesia Young Business Leader Award 2021 versi SWA tersebut.