Berita

Menelaah Kembali Kebijakan Terbaru Bidikmisi dan KIPK di ITB

Senin, 22 November 2021 - Anne Rufaidah 650

BANDUNG, Ditmawa ITB – Kebijakan perihal Bidikmisi maupun Kartu Indoneisa Pintar – Kuliah (KIPK) di ITB tidak banyak berubah sejak 2018. Meski demikian, pembinaan terhadap mahasiswa harus tetap dilaksanakan secara inklusif dan terintegrasi keseluruhan. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) Prof. Dr. Ir. Jaka Sembiring, M.Eng saat acara Bincang Bidikmisi secara virtual pada Sabtu (6/11/2021) lalu. 

Menurutnya, tidak ada perbedaan dalam seleksi masuk ke ITB bagi mahasiswa Bidikmisi atau pun yang bukan. Pada dasarnya, semua yang masuk ke ITB merupakan hasil seleksi yang sangat ketat dan bagi yang diterima di ITB tentu akan mendapatkan pelayanan serta kualitas pendidikan yang sama. Pihaknya berusaha menyelenggarakan pendidikan yang bermutu di bidang teknologi, seni, sosial, serta humaniora. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan ITB sebagai manusia yang tidak hanya kompeten tetapi juga kreatif, inovatif, amanah, dan berakhlak baik.

“ITB memiliki komitmen sejak lama, bahwa khususnya bagi mahasiswa Sarjana itu Zero Drop Out, artinya tidak ada mahasiswa DO hanya karena alasan ekonomi,” ucap Jaka. 

Ia pun menyebutkan, khusus untuk beasiswa, ITB berupaya untuk menjamin bantuan bagi mahasiswa agar bisa sukses akademik. Akan tetapi ia pun berharap agar kemudian, proses pendidikan dan sifat kedermawanan para penerima beasiswa bisa berdampak di masa depan. Artinya, saat kelak para penerima beasiswa ini sukses, maka ia pun tidak melupakan adik-adik kelas lainnya yang juga memerlukan bantuan pendidikan. 

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa penerima Bidkmisi maupun KIPK  bisa melakukan diskusi tanya-jawab dengan pejabat ITB yang memiliki kewenangan di bidang akademik maupun pengelolaan beasiswa di bidang kemahasiswaan. Adapun yang turut hadir dalam diskusi tersebut diantaranya Direktur Direktorat Pendidikan ITB Ir. Arief Hariyanto, Direktur Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB, Dr. G. Prasetyo Adhitama M.Sn, dan Kepala Sub Direktorat Kesejahteraan dan Pengembangan Karakter Nenden Rina Ratnakomala ST., MT. 

Dalam paparan diskusi disampaikan bahwa ada kenaikan uang saku bagi para penerima beasiswa KIP-K tahun 2021. Kenaikan ini tidak berlaku bagi Angkatan sebelumnya, baik itu bagi beswan Bidikmisi maupun KIP-K. Hal ini disebabkan karena tidak adanya anggaran dana dari Kemendikbud. Selain itu, kebijakan ini pun tetap diberlakukan meski perkulahan dilaksanakan secara luring. 

Perihal mahasiswa eks-Bidikmisi yang mendapat keputusan, BPP yang tidak sesuai dengan kemampuan dalam melakukan pengecekan ulang serta melaporkannya ke pihak ITB. Mahasiswa eks-Bidikmisi dapat menginformasikan melalui esai pengajuan Beasiswa UKT dan disertai surat keterangan yang mendukung. Terkait kebijakan untuk KIP-K non-mandiri tahun 2022 diperkirakan masih sama dengan tahun sebelumnya dan KIP-K jalur mandiri tahun 2022 tetap akan dibuka.