Berita

Berkreasi dengan Motion Graphic, Mahasiswa ITB Raih Juara 1 BRIN Motion Graphic Competition 2021

Rabu, 01 Desember 2021 - Anne Rufaidah 1208

BANDUNG, DItmawa ITB – Tim mahasiswa ITB, Iguanas, dari program studi Desain Komunikasi Visual, yang beranggoatakan Christina Indri, Indriani Nur Azizah, dan Kayla Khalda Nur, berhasil meraih Juara 1 dalam BRIN Motion Graphic Competition 2021 yang diadakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada November lalu.

Salah seorang anggota tim, Christina menuturkan, pada kompetisi tersebut, ia dan timnya  membuat konten digital dengan teknik motion graphic yang ditujukan bagi kalangan pelajar SMA sederajat dan mahasiswa. Konten motion graphic yang dibuat, bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan menyebarluaskan tentang penelitian yang dilakukan oleh BRIN. Terdapat kurang lebih 116 tim (kategori pelajar dan mahasiswa) yang mengikuti kompetisi tersebut.

“Pada tahap seleksi awal, diberikan tema Puspiptek sebagai Pusat Riset dan Inovasi Indonesia. Kemudian pada tahap seleksi final, setiap tim dipasangkan dengan seorang peneliti dari BRIN, lalu membuat konten dari topik yang diberikan peneliti masing-masing tim. Tim kami mendapat materi mengenai satelit LAPAN A5. Kami mewawancarai salah satu peneliti dari BRIN yaitu Pak Bina Pratomo ST.  M. Si dan mendapatkan informasi mengenai LAPAN A5,”terang Christina.

Ia menjelaskan, pada proses pembuatan karya diawali dari mengumpulkan materi dari berbagai sumber mengenai kawasan PUSPIPTEK dan program PUSPIPTEK dengan konsep Open Platform. Dalam hal ini, ia dan timnya berusaha untuk memperkenalkan PUSPIPTEK dan salah satu program unggulannya yaitu konsep Open Platform. Setelah materi terkumpul, timnya pun menyusun naskah yang akan dinarasikan dalam video. Naskah direkam terlebih dahulu agar panjang video dapat terukur kurang dari 30 detik. Setelah itu, timnya menyusun storyboard Motion Graphic bersama-sama, melakukan pembagian tugas, dan mengerjakannya sesuai tugas yang sudah diberi. Terakhir, ilustrasi aset, narasi, dan sound dikumpulkan dan diproses menjadi video Motion Graphic. Ilustrasi aset dibuat dengan software Adobe Photoshop dan compositing dilakukan dengan software Adobe After Effects.

 

Dalam mengikuti kompetisi ini, kata Christina, waktu persiapan timya pada seleksi awal, cukup singkat yakni total waktu pengerjaan selama 5 hari. Sementara, untuk tahap seleksi final, waktu pengerjaan yang diberikan juga cukup singkat yakni selama 8 hari. Sementara itu, untuk kriteria penilaian juri, sudah disampaikan dalam technical meeting dan guide book untuk lomba, sehingga timnya berusaha memenuhi seluruh kriteria sebaik mungkin. Selain itu, timnya juga berusaha untuk mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari dalam perkuliahan ke dalam pembuatan karya untuk motion graphic ini.

“Kendala pada proses pembuatan motion graphic yang kami hadapi adalah kurangnya waktu pengerjaan karena kami sedang menghadapi minggu Ujian Tengah Semester. Namun, hal itu dapat kami atasi dengan adanya pembagian waktu yang baik. Kendala berikutnya yaitu materi yang ingin kami sampaikan terlalu banyak untuk video berdurasi 30 detik sehingga yang kami lakukan adalah meringkaskan materi, namun dapat teratasi dengan adanya diskusi,” pungkasnya.