Berita

ITB Jadi Pilot Project Program Digistar Coaching Movement Bersama Telkom Group Coach

Sabtu, 22 Januari 2022 - Anne Rufaidah 1304

BANDUNG, kemahasiswaan.itb.ac.id – Seringkali terdapat ketidaksesuaian antara kebutuhan dunia kerja dengan sumber daya manusia dari dunia pendidikan. Meskipun lulusan perguruan tinggi cukup banyak dan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja juga tinggi, hal tersebut tampak tidak match satu sama lain. Hal ini disampaikan oleh AVP HC Comm and Employer Branding Program Digistar, Coach Rama Sugiharto saat acara Digistar Coaching Movement; Goes To ITB bersama Telkom Group Coach yang digelar secara daring, Sabtu (22/1/2022).  

“Kami merangkai kegiatan untuk program Digistar dan berkolaborasi dengan berbagai kampus. Ini bertujuan untuk memperkecil gap antara ketidaksesuaian tadi, antara kebutuhan industri dan usaha serta kebutuhan SDM-nya. Kami juga ingin lebih tahu bagaimana kesiapan mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja dan apa yang terjadi di kalangan mahasiswa. Melalui program Digistar yang pertama kali dikolaborasikan dengan ITB, kami ingin mengajak mahasiswa ITB untuk belajar dan berkembang bersama-sama. Tujuannya tidak hanya untuk diri sendiri, tidak hanya untuk dunia industri dan usaha, tetapi juga mengambil peran dalam memberikan solusi bagi permasalahan bangsa Indonesia,” papar Rama. 

Program Digistar Coaching Mobement menjadi sebuah pilot project yang dilaksanakan oleh Telkom Group bersama ITB. Program ini akan berlangsung secara intensif selama 1 bulan dan dibimbing oleh coach-coach handal dari Telkom Group. Peserta program ini merupakan mahasiswa ITB yang tergabung sebagai Pendamping Sebaya, dimana pengelolaannya dilakukan oleh Bimbingan Konseling ITB di bawah naungan Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB. 

Kolaborasi program tersebut rupanya disambut baik oleh pihak ITB. Dalam  pembukaan acara coaching, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) ITB, Prof. Dr. Ir. Jaka Sembiring M.Eng memaparkan dukungannya terhadap coaching karir tersebut. Pasalnya, kegiatan coaching semacam ini diyakini Jaka, bisa mendorong mahasiswa untuk lebih mengenal potensi dirinya sendiri. 

Diakuinya, coaching ini berguna untuk bisa lebih memahami dan mengeal segala potensi yang dimiliki mahasiswa. Karena, untuk menghadapi perubahan zaman yang cepat, serta kemajuan teknologi yang pesat, diperlukan kemampuan untuk mengenali diri dan potensinya dengan sangat baik. Jika mahasiswa tidak mampu mengenakli potensinya maka mahasiswa bisa terbawa arus dalam kemajuan zaman tanpa bisa menjadi leader atau follower yang memiliki pemahaman yang baik.  

Dengan adanya bimbingan dari para coach handal di program ini, diharapkan bisa memunculkan kesadaran mahassiwa terhadap potensi yang dimilikinya. Hal yang tak kalah penting yakni, mahasiswa tidak hanya bisa mengetahui potensi dalam diri, tetapi juga mengimplementasikan potensi tersebut serta memaksimalkan kebermanfaatannya pada lingkungan di sekitar,” ucap Jaka.