Berita

ITB Integrated Career Days 2018, Dukung SDM Profesional untuk Hadapi Tantangan Industri Masa Kini

Sabtu, 27 Oktober 2018 - Anne Rufaidah

BANDUNG, LK - Saat ini dunia digital berpengaruh besar terhadap perkembangan industri, tidak terkecuali dengan kebutuhan tenaga kerjanya. Diperlukan tenaga kerja profesional yang tidak hanya ahli di bidang teknis saja, melainkan juga tidak gagap teknologi, serta bisa mengoptimalkan perangkat digital yang dibutuhkan sebuah perusahaan.

Untuk memenuhi SDM yang dibutuhkan industri saat ini, ITB Career Center, dibawah naungan Lembaga Kemahasiswaan ITB, menggelar ITB Integrated Career Days 2018. Kegiatan ini adalah salah satu langkah institusi pendidikan yakni ITB, dalam memenuhi sumber daya manusia yang handal dan dibutuhkan oleh dunia industri masa kini.

Tahun ini, ITB Integrated Career Days hadir sebanyak 2 kali yakni pada bulan Maret lalu dan 27-28 Oktober 2018 di Aula Barat dan Aula Timur Kampus ITB Jalan Ganesha No. 10 Bandung. Kegiatan kali ini diikuti lebih dari 40 perusahaan terkemuka baik nasional maupun multinasional.

Pada kegiatan tersebut, setiap perusahaan dapat melakukan promosi dalam bentuk info-desk, pameran, presentasi, diskusi, dan rekrutmen secara langsung. Program ini didesain agar kepentingan dunia industri dapat terakomodasi dengan baik, dan para mahasiswa tingkat akhir dan alumni juga mendapatkan info dan pengetahuan yang banyak dan lengkap terkait perusahaan yang ingin dilamarnya. Keseluruhan proses akhirnya akan bermuara pada semakin tingginya mutual benefits yang diperoleh baik oleh industri maupun alumni dan masyarakat akademik di kampus.

Direktur ITB Career Center, Dr. Eng. Bambang Setia Budi menuturkan, perusahaan yang bergabung pada event kali ini cukup beragam. Namun, menurutnya paling banyak adalah pekerjaan yang berkaitan dengan digital, dimana hal ini sesuai dengan kondisi dan perkembangan saat ini.

“Jika di tahun-tahun sebelumnya banyak peserta booth yang berasal dari bidang usaha perminyakan,  pertambangan, eksplorasi kekayaan bumi, di tahun ini kebanyakan yang besar-besar didominasi oleh start-up company yang lekat dengan bisnis dunia digital. Semua bidang usaha dengan kombinasi digital yang paling dominan. Selain itu juga dari perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, perbankan, transportasi dan pendidikan,”jelasnya. 

Tidak dipungkiri jika saat ini banyak bidang pekerjaan yang hilang atau berkurang, namun Bambang pun menegaskan bahwa seiring dengan hilangnya jenis pekerjaan tertentu, maka juga banyak bermunculan jenis pekerjaan baru lainnya. Untuk menjawab tantangan tersebut, seorang tenaga kerja juga harus semakin meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, memahami potensi dan kekurangan dirinya, melatih softskill-nya, memahami perkembangan zamannya, dan mampu beradaptasi dengan kemajuan khususnya teknologi informasi.

Sementara itu. Ketua Lembaga Kemahasiswaan ITB, Dr. Eng. Sandro Mihradi mengatakan, event ini menjadi ajang bertemunya SDM lulusan ITB dan perguruan tinggi lainnya, yang diharapkan bisa memperpendek waktu tunggu kerja, dan memperbesar link and match antara dunia pendidikan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Pada sisi lain, Dunia Usaha dan Dunia Industri juga segera mendapatkan SDM yang profesional dan berkualitas serta memiliki motivasi yang kuat untuk tumbuh dan berkembang.

“Acara ini dilaksanakan sebagai bagian dari tanggung jawab institusi dalam memfasilitasi dan menjamin terserapnya para lulusan ITB khususnya di lapangan pekerjaan yang ada, sehingga mempersingkat waktu tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan. Saat ini waktu tunggu rata-rata lulusan ITB untuk mendapatkan pekerjaan pertama adalah 3 bulan,” ujarnya.

Salah satu perusahaan e-commerce yang turut hadir dalam career days ini adalah Shopee Indonesia. Sebagai perusahaan e-commerce yang berkembang pesat, Shopee Indonesia menjadi sponsor utama dalam kegiatan ITB Integrated Career Days Oktober 2018 kali ini. Dalam menyerap tenaga kerja, Shopee berkomitmen untuk membangun dan mengembangkan talenta lokal di kalangan anak muda, khususnya mahasiswa. 

“Di Shopee sendiri, sebagian besar karyawan Shopee didominasi oleh generasi milenial. Sehingga Shopee menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan diri dan membangun industri ekonomi digital di Indonesia. Di tahun kedua partisipasi kami di Titian Karir Terpadu ITB, Shopee berharap dapat menjadi jembatan untuk mendapatkan talenta - talenta muda berbakat yang melek teknologi,”ujar Egtheasilva Artella - Employer Branding Lead Shopee Indonesia.

Hal senada pun disampaikan oleh HC Analyst PT Astra Innternational Tbk, Desiree Rizkika Iskandar. Menurutnya, untuk menghadapi perkembangan bisnis yang semakin pesat, Astra menyadari bahwa saat ini dibutuhkan sumber daya manusia yang bukan hanya kompeten tapi juga mampu beradaptasi dengan cepat.

“Oleh karena itu, Astra mendukung seluruh talenta-talenta muda Indonesia untuk berkembang bersama Astra dengan menunjukkan karakteristik utama mereka sebagai generasi millenials, yaitu kreatif dan memiliki semangat inovasi. Pada Titian Karir Terpadu ITB kali ini, Astra yakin Titian Karir Terpadu ITB dapat menjadi rekan untuk membuka pintu bagi talenta-talenta muda Indonesia yang penuh semangat untuk siap berkembang bersama zaman dan menginspirasi bangsa bersama Astra,” pungkasnya.