Berita

Studium Generale KU 4078, Merawat Kebhinekaan Usai Kemerdekaan

Kamis, 01 November 2018 - Anne Rufaidah

BANDUNG, LK – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H memberikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam gelaran Studium Generale KU 4078 di Aula Barat Kampus ITB (31/10/2018).

Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa transformasi kemerdekaan Indonesia direbut dengan cara tidak mudah. Ia menjadi salah satu saksi, dimana Indonesia mengalami fase berkebangsaan, mulai dari sadar berbangsa, semangat bersatu, hingga akhirnya bertekad membentuk NKRI. Namun, di sela-sela mengisi kemerdekaan, berbagai tantangan non fisik/militer pun mengancam kebhinekaan yang ada saat ini.

Menurutnya, tantangan Indonesia saat ini sudah bertambah. Ada ancaman yang berbeda ketika zaman merebut kemerdekaan dulu, dimana ancaman militer saat ini sudah dinilai absurb. Ke depan, orientasi negara-negara besar adalah ekonomi, maka peran militer saat ini sangat sulit terwujud.

“Ancaman modern saat ini lebih beragam dan lebih mengerikan, karena ancaman ini masuk ke berbagai spectrum kehidupan manusia. Dan hal ini jauh lebih fatal, misalkan saja seperti narkoba, terorisme, cyber-attack, dan kejahatan non fisik lainnya yang bisa merusak generasi calon pemimpin bangsa ini di masa yang akan dating,” ujar pria kelahiran Yogyakarta ini.

Tak hanya itu, berbagai ancaman kolaborasi dari pihak luar pun terus membombardir, seperti halnya proxy war, illegal logging, illegal fishing, dan bahkan human trafficking. Telebih, tahun politik menjadi kesempatan bermunculannya ancaman lain seperti kondisi politik yang memanas, berbedaan ideologi yang radikal, yang bisa mengancam keberadaan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan kesatuan NKRI.

Baginya, Indonesia memiliki posisi yang cukup penting di mata dunia global. Hal ini terbukti dari terpilihnya Indonesia sebagai negara peringkat ke dua tujuan investasi terbesar di dunia, setelah Philipina, berdasarkan sumber asing dari US News 2018. Selain itu, Indonesia pun dinobatkan sebagai negara dengan stabilitas pembangunan pada peringkat ke-9 di dunia.

“Saya berharap, usai kuliah umum ini, kita jadi ikut merasa memiliki negeri ini. Kita jaga pesaudaraan, toleransi, dan harmonisasi kebhinekaan yang ada di negeri ini. Jangan sampai ancaman-ancaman itu, membuat kita menjadi tidak ingat bahwa kemerdekaan ini diraih dengan tidak mudah. Persiapkanlah diri kalian menjadi agen perubahan bagi bangsa ini ke depannya,”pungkasnya.