Berita

IAEA, Menggaet Kaum Muda Berkiprah di Organisasi Internasional

Selasa, 06 November 2018 - Anne Rufaidah

BANDUNG, LK -  Generasi muda Indonesia dinilai masih minim terhadap minat berkiprah di organisasi internasional. Padahal, dengan kemampuan SDM yang mumpuni, SDM Indonesia pun diyakini mampu bersaing dengan SDM global.

Duta Besar / Watap Republik Indonesia di Wina, Dr. Darmansjah Djumala menuturkan dari 45 ribu lebih pekerja global yang bekerja sebagai tenaga professional di organisasi internasional, hanya 95 orang yang berasal dari Indonesia. Hal ini diindikasikan bahwa minat atau informasi mengenai ketenagakerjaan di organisasi internasional belum tersampaikan secara maksimal. Padahal dengan keterwakilan pekerja Indonesia yang bekerja secara profesional di organisasi internasional, cukup berperan dalam mensinergikan kebijakan internasional.

“Pada acara ini kami ingin menyampaikan sekaligus mengajak generasi muda, bahwa banyak kesempatan bagi alumni ITB atau pun yang masih berstatus mahasiswa, untuk berkiprah dan bekerja di organisasi internasional, salah satunya di IAEA (International Atomic Energy Agency) di Austria,” ujar saat menyampaikan sambutan pada acara Workshop on Working at The IAEA and Other UN Organizations, di Ruang Auditorium IPTEKS Gedung Campus Center (CC) Timur, Jumat (2/12/2018).

Dalam acara ini pun, peserta yang hadir diberikan paparan dan informasi lengkap perihal program pemagangan di IAEA secara langsung dari Division of Human Resources IAEA, Pedro  Álvarez Cobacho. Ia mengungkapkan, bahwa banyak sekali kesempatan orang Indonesia untuk mewakili negaranya dalam berorganisasi di kancah internasional seperti IAEA. Selain menerima fresh graduated untuk bekerja sebagai SDM professional, pihaknya pun membuka program intership bagi mahasiswa semester akhir.

“Kami fokus dalam beberapa bidang seperti akses kemanusiaan, zero hunger, good health and well-being, clean water and sanitation dan bahkan clean energy, Kami ingin memastikan bahwa kami menjadi bagian dan berperan aktif untuk membangun sustainable development goals dunia, untuk kehidupan dunia yang lebih baik ke depannya,” terangnya.

Untuk itu, IAEA sebagai organisasi internasional dalam pemanfaatan teknologi khususnya nuklir, Pedro menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya membuka kesempatan bagi mereka yang memiliki disiplin ilmu sains dan teknologi saja. Ia menyebutkan bahwa untuk membangun ekosistem organisasi yang baik pun, dibutuhkan disiplin ilmu lainnya yang tak kalah penting, seperti security specialist, Informasi dan teknologi, sekretaris, bidang keuangan, hingga public relation.

Acara yang merupakan kerjasama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wina dengan Career Center – Lembaga Kemahasiswaan ITB ini, dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB Dr. Miming Miharja ST, M.Sc, serta dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Organisasi ITB Prof. Dr. Irawati, MS dan Sekretaris Bidang Profesi dan Kewirausahaan Lembaga Kemahasiswaan ITB Dr. Eng. Bambang Setia Budi.