Berita

Aksantara ITB Raih Juara 2 di Kontes Robot Terbang Indonesia 2018

Rabu, 14 November 2018 - Anne Rufaidah

BANDUNG, LK- Organisasi Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung (ITB) yakni Tim Aksantara, berhasil memboyong beberapa juara dalam kompetisi nasional bergengsi Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2018 di Kota Baru Lampung pada 5-9 November 2018 lalu. Tim tersebut berhasil meraih juara 2 untuk kategori Fixed Wing, dan juara 2 kategori Technology Development.  

Ketua Tim Aksantara, Nathan, mengungkapkan kompetisi ini adalah ajang kompetisi pesawat tanpa awak skala nasional yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti sejak tahun 2013.  Tiap tahunnya, Aksantara ITB selalu mengirimkan tim di seluruh divisi yang tersedia. Tahun ini, KRTI 2018 yang diikuti oleh 8 tim dari 38 universitas di seluruh tanah air. ITB sendiri mengirimkan total 4 tim yang terdiri dari divisi Fixed Wing (FW), Racing Plane (RP), Technology Development (TD), dan Vertical Take Off Landing (VTOL).

“Sebagian besar misi dari tiap kategori berhasil dilakukan secara maksimal, khususnya tim FW dan TD. Untuk FW, tim ini melakukan misi dengan hasil mapping area lomba yang memiliki resolusi cukup tinggi. Sedangkan untuk tim TD, pesawat yang dibuat tim ini berhasil didemokan karena dinilai memiliki inovasi dengan orisinalitas yang tinggi,” terangnya.

Menurutnya, persiapan tim berlajan selama 8 bulan mulai bulan maret lalu. Kemudian proses mengikuti lomba juga terbilang sulit karena seluruh divisi harus mengumpulkan laporan yang terdiri dari 2 tahap, tahap pertama mengenai desain conceptual untuk melaksanakan misi, tahap kedua desain akhir dan video progress untuk meyakinkan juri bahwa timnya siap untuk berlaga di KRTI ini.

Ia mengatakan setiap tim juga melakukan praktek simulasi wahananya. Misalkan saja tim FW, yang membuat wahana berbentuk flying wing menggunakan canard. Kemudian untuk misi mapping pesawat membawa 1 kamera, untuk misi monitoring menggunakan 1 kamera untuk live streaming dan 1 kamera untuk playback video dengan menggunakan gimbal sebagai stabilizer.

“Untuk menunjang kemampuan telemetri yang jauh, kami juga mengembangkan antenna tracker yang mengikuti arah pesawat saat terbang secara otomatis. Terakhir, pesawat diterbangkan dengan bantuan launcher dan karet bungee yang menarik pesawat kedepan,” ujarnya.

Selain itu, tim Technology Development (TD dibagi menjadi presentasi dan demo. Tahun ini, Aksantara ITB membawa pesawat Tube Launched Folding Wing UAV ini memiliki kemampuan yaitu sayap yang dapat dilipat dan dimasukkan ke dalam tabung dan merupakan pengembangan dari tahun sebelumnya. UAV ini dapat digunakan untuk membantu mitigasi bencana dan dapat membangkitkan jaringan saat adanya kerusakan pada menara/tower komunikasi.

“Pada tahun ini, demo peluncuran Folding Wing UAV dari dalam tabung berhasil terbang dengan menekan 1 tombol pada HP yang telah diinstal aplikasi tertentu. UAV ini juga dilengkapi dengan kamera pada bagian depan sehingga pesawat dapat melakukan live streaming selama penerbangan,” tutupnya.