Berita

Pagupon 2018, Ajang Unjuk Gigi Para Pelaksana Pengmas

Jumat, 23 November 2018 - Anne Rufaidah

BANDUNG, LK –  Untuk mengapresiasi mahasiswa maupun lembaga yang turut mendorong terlaksananya kegiatan Pengabdian Masyarakat (pengmas), Kabinet Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM-ITB) bersama Lembaga Kemahasiswaan ITB menggelar acara Pagupon 2018 di Lapangan Basket ITB pada 16 November 2018 lalu. Dalam acara yang digelar selama satu hari penuh itu turut hadir kelompok-kelompok mahasiswa yang telah melaksanakan pengmas di berbagai daerah. Kelompok-kelompok tersebut menyajikan laporan pengmas dalam bentuk visualisasi yang tertata di setiap booth yang disediakan.

Ketua Pelaksana Pagupon 2018, Mayong Firdaus mengungkapkan, acara ini sebagai langkah untuk mengapresiasi para pelaksana pengmas. Tak hanya itu, ajang ini pun menjadi wadah untuk saling memotivasi antar sesama dalam melakukan suatu kegiatan sosial kemasyarakatan, Ia menyebutkan, ada sekitar 35 lembaga dari berbagai kelompok yang turut memeriahkan pameran pengmas ini.

“Kita juga mengisi acara ini dengan hiburan musik, serta Pasar Senggol-nya khas Fakultas Seni Rupa dan Desain,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kemahasiswaan ITB Dr. Eng. Sandro Mihradi yang membuka acara tersebut menyampaikan, bahwa pengmas adalah salah satu bentuk pengabdian diri dimana masyarakat bisa merasakan kehadiran institusi ini. Perguruan tinggi selayaknya harus bisa dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh masyarakat sekitar dan tidak menjadi menara gading. Salah satu caranya adalah dengan menggiatkan kegiatan pengmas.

“Sudah selayaknya, kita yang berkesempatan untuk mengenyam pendidikan di sini, bisa memiliki rasa tanggung jawab, agar bagaimana caranya bahwa kehadiran kita ini bisa bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Sandro.

Ia menyakini bahwa kegiatan pengmas yang selama ini dilakukan oleh mahasiswa bisa membentuk karakter yang baik. Untuk itu pihaknya terus mendorong dan mendukung kegiatan pengmas yang dilakukan mahasiswa, baik dari segi dukungan kemudahan fasilitas maupun pemberian dana. Ia berharap agar mahasiswa bisa bersungguh-sungguh dalam menjalani proses pendidikan di kampus ITB.

“Melaksanakan pengmas bisa menjadi jalan untuk pembentukan karakter mahasiswa yang baik, sehingga kegiatan ini selayaknya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.