Berita

Puluhan Mahasiswa ITB Ikuti Training Bakti BCA "I'm Young and Dangerous"

Sabtu, 19 Januari 2019 - Anne Rufaidah

BANDUNG,LK - Sebanyak 31 mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) mengikuti pelatihan leadership, yang digelar oleh Bakti BCA di Lembang Asri Resort selama dua hari ke depan (19-20 Januari 2019).

Acara yang mengusung tema I'm Young and Dangerous ini, merupakan bagian dari pemberian beasiswa Bakti BCA, selain bantuan dana pendidikan pada mahasiswa berprestasi ITB. Tak hanya mahasiswa ITB, pada pelatihan ini pun turut hadir puluhan penerima beasiswa Bakti BCA dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.

Kepala Operational Wilayah I Bank BCA Hendrik Sia, menuturkan pelatihan ini untuk lebih mengenal karakter dan potensi diri yang bisa dikembangkan. Hal ini pun bertujuan agar mahasiswa ini bisa lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Terlebih saat ini Indonesia memasuki era digital yang semakin pesat, sehingga persaingan Sumber Daya Manusia (SDM) makin ketat.

"Mahasiswa perlu belajar kepemimpinan sejak di tingkat perguruan tinggi. Karena mahasiswa inilah yang akan jadi pemimpin di masa depan," ujarnya di sela-sela pembukaan acara di Lembang Asri Resort (19/1/2019).

Menurutnya, pelatihan kepemimpinan ini adalah salah satu upaya dari BCA untuk memberikan nilai tambah sekaligis membentuk jiwa SDM yang berintegritas tinggi guna menjadi pemimpin bangsa yang berkarakter. Selain memberikan bantuan dana pendidikan, Bakti BCA pun mengadakan pelatihan kepemimpinan dan monitoring agar mahasiswa tidak hanya kuat secara akademik saja namun juga softskill.

"Pelatihan ini diharapkan bisa memperkuat daya saing mahasiswa kita untuk menjadi SDM profesional mau pun wirausahawan yang kompeten yang mampu menyediakan lapangan kerja yang luas untuk Indonesia," tuturnya.

Hal senada pun disampaikan oleh Sekretaris Bidang Kesejahteraan Mahasiswa dan Pengembangan Karakter , Lembaga Kemahasiswaan ITB, Dr. Very Susanto ST., MT. Menurutnya, mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan, harus mampu mensinergikan kompetensi yang dimilikinya dengan softskill yang handal. Ia pun mengakui, bahwa secara kompetensi, mahasiswa ITB tidak diragukan lagi. Namun untuk softskill, perlu terus dikembangkan.

"Mendapatkan beasiswa merupakan hal yang sudah biasa bagi sebagian orang. Bantuan berupa dana pendidikan bisa meringankan beban materi yang harus dikeluarkan semasa berkuliah. Namun, dengan pelatihan softskill, kalian tidak hanya akan mendapatkan kemampuan kompetensi yang handal melainkan juga hubungan sosial yang baik dengan sesama. Terlebih saat ini juga pelatihan diikuti oleh mahasiswa Unpad, kalian bisa lebih berjejaring secara positif," pungkasnya.