Berita

Pidi Baiq Bicara Kreativitas

Kamis, 24 Januari 2019 - Nuru Fitry

Menciptakan karakter Dilan dan Milea dalam novelnya, membuat nama Pidi Baiq melesat naik. Siapa yang tak mengenal Pidi Baiq dengan novel-novel buah pemikirannya yang sangat khas, serta karya musiknya bersama The Panas Dalam. Berawal dari kreativitasnya, karya-karya tersebut lahir.

Membawakan tema Kreativitas, Pidi Baiq hadir sebagai pembicara Studium Generale KU 4078, Rabu (23/01/2019). Berbicara di ITB yang sebagian besar mahasiswanya memiliki latar belakang pendidikan eksak membuat ia meyakinkan bahwa ilmu eksakta dapat hidup berdampingan dengan kreativitas.

Proses menciptakan kreativitas memang tidak membutuhkan ilmu eksakta. Imajinasi pun tidak bisa dibuat di “ruang” eksakta. Maka Ayah, panggilan akrab Pidi Baiq, menyarankan untuk tidak berada di wilayah eksakta saat mencari ide kreatif.

Walau begitu, ilmu eksakta adalah rem dari segala kreativitas dan imajinasi. Kreativitas dapat terwujud dengan dukungan ilmu eksakta. “Kreativitas akan terwujud kalau kita sudah tahu apakah ini dapat diwujudukan atau tidak. Finalisasinya itu ya dibantu dengan ilmu eksakta,” tutur alumni Fakultas Seni Rupa Desain ITB ini.

Ia berpesan untuk berkreasi dan berimajinasi saja dulu, setelah tercipta, baru pikirkan akan menjadi apa dan bagaimana selanjutnya. Ayah mengaku tak pernah terpikir karyanya akan dikenal banyak orang seperti sekarang.

Berbeda dari ilmu eksakta yang menganggap sesuatu yang sama adalah benar. Dalam kreativitas, sesuatu yang sama adalah mencontek. Kreatvitas adalah sesuatu yang sangar penting, karena hal tersebutlah karya-karya baru tercipta.