Berita

Lebih Kenal Isu Teknologi Lingkungan Terkini di Festival Ecopro

Selasa, 29 Januari 2019 - Anne Rufaidah

BANDUNG, LK- Isu lingkungan menjadi salah satu isu terpenting dalam pembahasan isu dunia khususnya Suistanable Development Goals (SDGs) 2030. Untuk lebih memasyarakatkan isu-isu lingkungan beserta teknologi pengembangannya, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar Festival Ecopro (Eco-Project). Acara yang diselenggarakan pada 27 Januari 2019 lalu, di Kampus ITB Ganesha tersebut, menghadirkan beragam kegiatan menarik, yang bisa diikuti oleh mahasiswa dan bahkan anak-anak.

Ketua Umum HMTL ITB, Asri Hadiyanti Giastuti mengungkapkan, Festival Ecopro adalah salah satu rangkaian acara yang sebelumnya sudah dilaksanakan acara-acara pre-event. Pihaknya tidak hanya menggelar sebuah acara festival saja, melainkan juga melakukan sosialisasi berbagai lapisan masyarakat, guna memberikan wawasan keilmuan teknik lingkungan beserta kaitannya dengan isu lingkungan terkini.

“Kami mendatangi beberapa sekolah SD, SMP dan SMA yang ada di kota Bandung serta masyarakat khususnya RW 10 di Kecamatan Muararajeun Baru, untuk mensosialisasikan  bagaimana cara menjaga lingkungan, terutama dari hal termudah dan terdekat yang biasanya dilakukan sehari-hari. Bagaimana mengendalikan sampah plastik dalam keseharian hingga cara memilah sampah yang baik. Tidak hanya membagi ilmu bersama warga, kegiatan ini juga jadi ajang interaksi mahasiswa secara langsung dengan masyarakat untuk mencari solusi bersama bagi persoalan lingkungan di sekitarnya,” terang mahasiswa Teknik Lingkungan angkatan 2015 ini. 

Sebelum mengadakan Festival Ecopro sebagai acara puncak, HMTL yang juga bekerja sama dengan Alumni Teknik Lingkungan ITB serta Prodi Teknik Lingkungan pun, mengemas rangkaian  acara tersebut dalam bentuk eco roadshow ke sekolah-sekolah, eco movement bersama masyarakat, eco champion untuk mahasiswa ITB, hingga mengadakan eco-challenge berupa kompetisi bagi mahasiswa tingkat nasional.

Acara yang mengusung tema Implementing Eco-Lifestyle for Suistanable Eco Future ini, diisi pula dengan seminar yang dihadiri oleh Fajar sebagai Direktur Pengembangan SPAM Dirjen. Cipta Karya Kementrian PUPR, Winarko HS yang mewakili konsultan dan praktisi lingkungan, serta Moh. Bijaksana Junerosano sebagai Founder Waste4Change. Tak hanya itu, acara pun dimeriahkan dengan adanya Pameran Sosialisasi SDGs 2030 dengan menghadirkan kids corner dan beberapa komunitas  yang aktif dalam pemberdayaan barang bekas. Acara ditutup dengan perhelatan musik yang mendatangkan guest star band indie ternama, Mocca.

Hal senada pun disampaikan oleh Ketua Pelaksana Festival Ecopro 2019, Annisa Nur Diana. Menurutnya, acara ini diharapkan bisa mengajak lebih banyak orang untuk menerapkan eco-lifestyle dalam kehidupan sehari-hari. Pihaknya ingin turut berperan aktif untuk bisa mencapai SDGs 2030, namun dengan cara yang lebih sederhana dan mengena.

“Kami ingin meyakinkan bahwa menjaga lingkungan itu bisa dilakukan oleh siapapun dengan cara yang sederhana. Seperti membiasakan gaya hidup berbasis eco-lifestyle, dan ini bisa diaplikasikan oleh anak-anak bahkan dewasa. Mulai dari hal-hal yang setiap hari dilakukan, seperti makan, minum, berkendara, dan sebagainya. Gaya hidup yang memperhatikan lingkungan itulah yang bisa membawa lingkungan Indonesia menjadi lebih baik di masa depan,” pungkasnya.