Berita

Menjadi Technopreneur yang Berkontribusi pada Negeri

Kamis, 31 Januari 2019 - Anne Rufaidah

BANDUNG,LK – Institut Teknologi Bandun (ITB) mendukung lulusannya untuk menjadi seorang entrepreneur professional yang handal di bidangnya, terutama di bidang pengembangan teknologi. Salah satunya menjadi technopreneur yang mampu berkontribusi pada kepentingan bersama.

Hal inilah yang melatar belakangi seorang praktisi Information Technology (IT) dan ahli keamanan informasi, Ir. Budi Rahardjo MSc., Ph.D. Dalam acara Studium Generale KU 4078 yang digelar pada Rabu (30/01/19) di Aula Barat Kampus ITB Ganesha, Budi menyampaikan fase hidup yang dijalaninya dalam bidang IT hingga hal-hal yang bisa menjadi pelajaran bagi semua orang.

“Saya kuliah sarjana di ITB, dan beruntung saya punya kesempatan melanjutkan pendidikan saya di Kanada. Belasan tahun tinggal di Kanada dan bekerja di perusahaan berkelas internasional, pemegang teknologi internet, saya pun harus menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca yang sangat berbeda dengan Indonesia.  Memang hal ini membuat saya selalu senang dengan musim dingin/salju. Tapi bagaimana pun, saya pernah berada di fase, dimana saya bertanya pada diri saya,  apakah kontribusi saya terhadap tanah kelahiran saya, Indonesia?,” paparnya di sela-sela acara.

Diakuinya, banyak lulusan ITB yang bekerja di luar negeri dan hal ini menjadi salah satu pengakuan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia mampu bersaing dengan SDM dari luar. Akan tetapi, hal ini juga menjadi pertanyaan apa yang sudah dilakukan oleh mereka yang sukses di luar negeri untuk berkontribusi pada negerinya? Ia menuturkan, bahwa Indonesia memang memiliki banyak kekurangan dibandingkan negara lainnya. Namun, Indonesia butuh anak bangsa yang sukses untuk memajukannya.

“Banyak mereka yang pintar bersekolah di luar negeri dan pas pulang  ke Indonesia mereka ngomel-ngomel dengan kondisi negara kita ini. Memang, Indonesia tidak sempurna sebagai sebuah negara. Namun saat saya memutuskan kembali ke Indonesia, saya berada berada di waktu dan tempat yang tepat, dimana era teknologi sedang menggempur Indonesia, dan saya merasa beruntung telah pulang di saat yang tepat,” paparnya.

Pria yang juga mengajar di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB ini pun mengungkapkan, jika ilmu yang didapatkan adalah sebagai sebuah titipan yang harus juga bermanfaat bagi orang lain. Beberapa perusahaan di bidang IT dan cyber security pun ia dirikan dan mengajak mahasiswanya untuk mau berkecimpung sebagai seorang techno- entrepreneur.

Di tahun 2000-an, ia mendirikan sebuah perusahaan network and application security, mengonsep Bandung Silicon Valley, membangun Indonesia Computer Response Team untuk Id. cert hingga terjun langsung membuat digital music dan bekerja sama dengan blitzmegaplex. Bahkan, untuk menyebar luaskan pengetahuan IT ke kalangan masyarakat umum pun, ia mengajar coding for kids, coding for mum, hingga coding for disabilities.

“:Sebagai lulusan kampus dengan nuansa teknologi yang lekat, maka menjadi technopreneur itu adalah sebuah kemudahan harusnya. Kenapa? Karena kalian berada di ITB dan ini adalah eranya teknologi. Selagi kalian muda, buatlah sebuah kontribusi dengan seluas-luasnya, sebesar-besarnya. Jika gagal, tidak apa, tinggal buat lagi dan begitu seterusnya. Jangan mudah menyerah,” pungkasnya.

Kuliah umum yang dihadiri oleh lebih dari 500 mahasiswa ITB ini, dibuka oleh Ketua Lembaga Kemahasiswaan ITB, Dr. Eng. Sandro Mihradi, serta dimeriahkan dengan atraksi bermusik lagu alternative rock yang dinyanyikan langsung oleh Ir. Budi Rahardjo MSc., Ph.D bersama anaknya.