Berita

Menjaring Calon Mahasiswa Selanjutnya di ITB Day 2019

Sabtu, 02 Februari 2019 - Anne Rufaidah

BANDUNG, LK -  Dalam rangka mengenalkan Institut Teknologi Bandung (ITB) ke khalayak yang lebih luas, Kalabinet Keluarga Mahasiswa ITB, melalui program, Aku Masuk ITB (AMI) menggelar acara ITB Day di beberapa area kampus ITB Ganesha (2/2/2019). Acara yang berlangsung selama sehari penuh itu, menghadirkan berbagai macam pertunjukan seni dan musik, wahana, nonton film bareng, tour ke laboratorium-laboratorium di ITB, hingga seminar bagi siswa sekolah menengah dan orang tua.

“Acara ini menjadi salah satu cara untuk menyebarkan informasi seluas-luasnya ke masyarakat umum, khususnya mereka yang ingin masuk ITB. Selain informasi mengenai program studi yang ada di sini, baik calon mahasiswa dan orang tua yang hadir pun bisa mengetahui budaya dan kehidupan kampus ITB,” terang Ketua Pelaksana Program Aku Masuk ITB (AMI), M. Siddiq Abdulloh di sela-sela acara. 

Pihaknya menebar undangan ke seluruh sekolah menengah negeri maupun swasta untuk turut hadir dalam acara tersebut. Acara yang merupakan agenda tahunan ini, kata Siddiq, sudah berlangsung sejak tahun 2011.

Tak hanya ingin mengenalkan ITB secara lebih luas, pihaknya pun berharap agar siswa/I yang berkunjung bisa memiliki semangat untuk terus belajar demi masuk ITB. Informasi yang diberikan di acara tersebut pun, tidak melulu perihal jurusan yang ada di ITB, melainkan juga kehidupan mahasiswa serta budaya pembelajaran dan keorganisasian mahasiswanya.

Menurut Siddiq, wahana yang paling banyak digemari di setiap tahun penyelenggaraan ITB Day adalah tour ke laboratorium-laboratorium di ITB. Pasalnya, hal tersebut dinilai cukup langka dan bisa memicu rasa ingin tahu pengunjung akan keilmuan tertentu.

Tak hanya itu, seminar-seminar yang dilaksanakan juga menghadirkan sederret pembicara handal seperti Piqi Baiq yang membahas seni, Nyoman Andjani mengangkat isu keilmuan, serta perwakilan dari perusahaan besar local Indonesia, PT Paragon yang berbicara perihal teknologi.

“Acara ini didesain sedemikian rupa agar mereka yang kelak berkuliah di sini adalah insan-insan yang berdedikasi tinggi dan bermental kuat untuk meraih mimpi mereka. Melalui acara ini, kami berharap agar stigma bahwa mahasiswa di sini individualismenya tinggi, itu bisa dipatahkan,” ujarnya.

Salah seorang pengunjung asal Yogyakarta, Yuni, menuturkan bahwa ia dan orang tuanya sengaja datang untuk mengetahui suasana kampus ITB secara langsung. Diakuinya, sejak dulu ITB menjadi impiannya untuk melanjutkan pendidikan. Berdasarkan informasi, peluang untuk mendapatkan keringanan biaya berkuliah di ITB terbuka lebar seiring banyaknya donator beasiswa.

“Katanya yang penting lolos masuk ITB saja dulu, soal biaya selalu banyak peluang untuk beasiswa  maupun keringanan lainnya. Semoga saja tahun ini saya bisa masuk ITB dan membanggakan orang tua saya,” ucap Yuni.