Berita

Semangat untuk Negeri

Kamis, 07 Februari 2019 - Anne Rufaidah

Nama saya Novitasari. Saya anak ke 3 dari 3 bersaudara. Orang tua saya berprofesi sebagai buruh tani di Kampung Ciberureum Inpres, Desa Sukawening, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di Program Studi Rekayasa Pertanian Institut Teknologi Bandung. Saya sangat bersyukur karena dapat menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi, terlebih saya adalah satu- satu nya orang yang berkesempatan untuk kuliah di keluarga saya. Kedua kakak saya menempuh pendidikan hingga Sekolah Menengah Atas, dan kedua orang tua saya sampai Sekolah Dasar. Ya, saya adalah harapan terakhir di keluarga saya.

Perjuangan demi perjuangan telah saya lalui hingga sampai di titik ini. Keterbatasan ekonomi tak membuat saya menyerah untuk melanjutkan pendidikan. Saya seorang Beswan Bidikmisi, yang karenanya saya merasa mengemban amanah yang begitu besar. Karena berdirinya saya disini adalah dengan uluran tangan Rakyat Indonesia. Saya berhutang begitu banyak kepada negeri ini.  

Pada bulan Januari 2016, saya berkesempatan untuk menjadi seorang Ekspeditor Diseminasi Khusus 2016. Diseminasi Khusus merupakan salah satu program kegiatan Aku Masuk ITB yang diselenggarakan oleh Kabinet KM ITB sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk menyebarkan informasi mengenai perguruan tinggi, beasiswa, juga semangat dan motivasi kepada siswa-siswi SMA di daerah yang belum memiliki komunitas mahasiswa daerah di ITB dan juga tergolong 3T (tertinggal, terluar, terdepan). Saya adalah anggota tim Kaka Timor dan Nona Flores, yang melaksanakan ekspedisi di Nusa Tenggara Timur. Kami, para ekspeditor adalah mahasiswa terpilih yang telah mengikuti serangkaian seleksi dan pelatihan.

Satu niat saya ketika saya memutuskan untuk mengikuti seleksi tersebut yaitu “berbagi semangat’. Ya, hanya itu yang ingin saya bagikan, karena saya rasa hanya semangat pula yang saya punya. Semangat yang sampai hari ini masih memenuhi relung hati saya, untuk menempuh pendidikan agar dapat menjadi orang yang berguna bagi Nusa dan Bangsa.

Ketika itu adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di luar Pulau Jawa dan kali pertama pula melihat secara langsung bagaimana kondisi pendidikan disana. Dan ternyata keadaan nya berbeda jauh dengan yang seringkali saya temui di Jawa. Yang bersemangat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pun tidak terlalu banyak. Pernah ketika di satu sekolah, dari sekitar 40 siswa disana, ketika kami bertanya sebelum memulai presentasi kami, hanya sekitar 7 orang siswa yang mengangkat tangan ketika di tanya siapa yang setelah lulus SMA ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ya, banyak dari mereka yang memilih untuk bekerja. Terlebih karena jeratan ekonomi yang melanda. Tak hanya itu, infrastruktur sekolahnya pun ada yang masih jauh dari layak. Begitu pun dengan akses informasi mengenai perguruan tinggi, jalur masuk, dan beasiswa, masih terbatas. Ya, itulah sedikit yang saya lihat.

Dan yang paling membekas dalam benak saya adalah ketika kami mengunjungi SMA Negeri 1 Mollo Selatan, yang terletak di SoE. Berkaca dari evaluasi kami ketika presentasi di sekolah- sekolah sebelumnya, kali ini kami memutuskan untuk membagi tim menjadi 2. Ada yang masuk ke kelas terlebih dahulu dan ada juga yang melakukan analisis kondisi siswa dengan berbincang bersama guru BK. Dan sayalah yang melakukan analisis kondisi tersebut. Dari situ saya mengetahui seperti apa kondisi siswa- siswi di SMA ini, terutama mengenai semangat mereka untuk melanjutkan pendidikan dan juga kendala-kendala yang ada. Usai berbincang, saya langsung bergegas bergabung bersama tim di dalam kelas. Saya langkahkan kaki dengan luapan semangat yang sangat ingin saya bagikan.

Materi yang  seharusnya saya sampaikan tidak terlalu saya kupas sampai dalam. Ya, karena saya tahu bahwa yang mereka butuhkan adalah motivasi dan semangat. Disana, saya berbicara dengan diri saya apa adanya. Bagaimana perjuangan saya hingga saya bisa menjadi bagian dari kawan-kawan mahasiswa. Menempuh pendidikan untuk menggapai cita-cita dan harapan saya. Dan dalam hening, saya berbicara. Disana saya melihat pancaran bermunculan dari bola mata mereka. Ya, pancaran sinar harapan. Dan usai kami presentasi, ada seorang siswa yang mengutarakan harapannya untuk kuliah pada saya, dan juga meminta kontak saya. Alhamdulillah, hari ini dia telah menjadi seorang Mahasiswa Program Studi Kimia di Universitas Nusa Cendana, NTT. Ya, kami masih berhubungan via facebook.

Ada berjuta nilai yang begitu berharga yang tak ternilai yang saya dapatkan, yang kami dapatkan. Ya, amat sangat besar dibandingkan apa yang telah saya lakukan, apa yang telah kami lakukan. Ya kami, tim Kaka Timor dan Nona Flores yang telah mempersiapkan ekspedisi kami untuk mengunjungi 15 SMA yang ada di NTT yang tersebar di 5 Kabupaten (Kupang, Belu, Timor Tengah Selatan, Ende, Manggarai Barat) dan dua pulau (Timor dan Flores) yang kami lakukan selama 12 hari ekspedisi dan tentunya besama segenap panitia Aku Masuk ITB 2016.

Serangkaian perjalanan itulah yang pun membuat saya berani memenuhi suatu panggilan yang saya rasakan untuk mengemban amanah sebagai Ketua Aku Masuk ITB 2017. Ya, suatu amanah yang begitu besar untuk seorang seperti saya. Saya seorang mahasiswa yang tidak pernah mengemban amanah di lingkaran utama kegiatan-kegiatan kemahasiswaan besar ITB sebelumnya. Yang sangat-sangat minim pengalaman, dan hanya punya kemauan untuk belajar. Yang bergerak karena ingin sedikit berbuat sesuatu untuk negeri ini, dalam segala keterbatasan yang ada. Yang ingin menyebarkan semangat untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi ke seluruh pelosok negeri ini.