Berita

BM Fair ITB 3.0, Menyemai Semangat Mahasiswa Bidik Misi di Penjuru Indonesia

Sabtu, 23 Maret 2019 - Anne Rufaidah

BANDUNG,LK – Bidik Misi Fair ITB 3.0 atau BM Fair ITB 3.0 tahun 2019 kali ini diselenggarakan pada 23 Maret 2019 di Aula Timur Kampus ITB, Jalan Ganesha No, 10 Bandung. Dalam gelarannya yang ketiga kali ini, Bacara yang digagas oleh Forum Bidik Misi (FBM) ITB ini, tidak hanya menyajikan talkshow dari para tokoh inspiratif Indonesia, melainkan juga membuka kompetisi terbuka bagi seluruh mahasiswa Bidik Misi di seluruh kampus Indonesia.

Sederet tokoh ternama seperti Pidi Baiq, pelaku industri kreatif dan creator Pandji Pragiwaksono, Marketing Director PT. Paragon Technology and Inovation Salman Subakat, hingga alumni mahasiswa Bidik Misi ITB yang berprestasi Kartini F. Astuti hadir mengisi acara talkshow. Sedangkan untuk kompetisi menulis essai dan kisah inspiratif, terpilih 30 tulisan terbaik yang nantinya akan dijadikan buku kumpulan kisan inspiratif mahasiswa Bidik Misi dari berbagai perguruan tinggi Indonesia. Tak hanya itu, diadakan pula kompetisi foto dan video lewat media sosial, dimana kompetisi ini diperuntukan bagi mereka para beswan Bidik Misi dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

“JIka sebelumnya kami hanya mengadakan talkshow dari tokoh-tokoh inspiratif nasional, kali ini kami mengadakan kompetisi yang tujuannya untuk menyebarluaskan kisah inspiratif teman-teman Bidik Misi ke berbagai wilayah di Indonesia. Buku ini nantinya akan disebarkan ke pulau 3T (terpencil, terluar, dan terjauh) melalui program Diseminasi Khusus Aku Masuk ITB dari Kabinet Mahasiswa ITB,” terang Ketua Pelaksana BM Fair ITB 3.0, M. Mahrus Ali di sela-sela acara.

Mengusung tema Empowering Millenials for Indonesia 2045, acara ini bertujuan untuk sharing motivasi serta apresiasi bagi para mahasiswa Bidik Misi yang selama ini sudah banyak melakukan inovasi serta berprestasi baik di bidang akademik mau pun non akademik. Menurutnya, masih ada stigma ketidak percayaan diri di kalangan para beswan Bidik Misi, padahal dengan predikat yang disandangnya, tidak membedakan mereka dengan mahasiswa regular. Bahkan berdasarkan hasil tracer study, mahasiswa Bidik Misi di ITB memiliki kecenderungan lebih berprestasi ketimbang mahasiswa regular.

Sementara itu Ketua Lembaga ITB, Dr. Eng. Sandro Mihradi pun mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, berdasarkan hasil studi pelacakan alumni ITB pihaknya menemukan hasil bahwa mereka memiliki IPK rata-rata di angka 3.28 dari skala tertinggi 4. Bahkan dengan jumlah dana beasiswa yang diterima masih relatif kurang,sekitar 15 persen mahasiswa Bidik Misi ITB juga menggunakan dana beasiswanya untuk membantu menopang kehidupan orang tuanya.

“Tidak sampai disitu, para beswan Bidik Misi ITB juga 2/3-nya sangat aktif berorganisasi dan secara akademik memiliki nilai yang memuaskan. Untuk itu, dengan adanya acara ini, bisa jadi ajang apresiasi para beswan Bidik Misi agar bisa lebih bersemangat dalam menjalani pendidikannya dan lebih matang berkiprah di masyarakat setelah lulus nanti,” pungkas Sandro.

Acara yang dihadiri oleh 500 lebih mahasiswa Bidik Misi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini , dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan  ITB, Ir. Bermawi Priyatna Iskandar M.Sc., Ph.D serta Sekretaris Bidang Kesejahteraan dan Pengembangan Karakter Lembaga Kemahasiswaan ITB, Dr. Very Susanto ST., MT.