Berita

Rektor Berikan Bekal Hadapi Revolusi Industri 4.0

Jumat, 29 Maret 2019 - Nuru Fitry

BANDUNG,LK- Perguruan tinggi sebagai salah satu ujung tombak pendidikan berkewajiban membersiapkan tenaga terampil untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Dalam rangka mempersiapkan soft skill dan hard skill mahasiswa Institut Tekonologi Bandung,  Studium Generale KU-4078  suguhkan tema “Revolusi Industri 4.0” bersama Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA., Rabu (27/3/2019).

Revolusi industri ditandai dengan adanya penemuan mesin uap pada tahun 1784. Disusul oleh revolusi industri 2.0 yang ditandai dengan proses produksi massal pada tahun 1870. Kemudian pada 1969 lahir revolusi industri 3.0 yaitu kehadiran sistem automasi dalam be+ntuk komputer.

Hari ini, dengan adanya Internet of Things (IoT) menjadi tanda kelahiran revolusi industri 4.0. Pada era ini, tak hanya dimudahkan dengan kehadiran komputer, namun juga dimudahkan karena kehadiran jaringan. Jaringan inilah yang membuat setiap mesin dan komputer saling berkomunikasi satu sama lain sehingga menghadirkan revolusi digital.

Menurut Rektor, dengan adanya revolusi digitalisasi, mesin-mesin saat ini digantikan oleh artifical intellegence (AI). Jika sebelumnya manusia berpikir, maka sekarang robot yang berpikir. “Dengan adanya teknologi ini, bahkan  dapat diciptakan rumah cerdas,” paparnya.

Adanya teknologi yang berkembang semakin cepat menghadirkan lapangan kerja baru yang sebelumnya tidak ada. “Misalnya ojek online, dulu tidak terbayang akan ada profesi ojek online. Tapi ternyata hari ini sudah ada profesi itu,” tambah Rektor.

Menghadapi fenomena yang terjadi dan mobilitas yang akan semakin tinggi, Rektor berpesan kepada mahasiswanya untuk tetap memperdalam ilmu sesuai bidangnya. Tak hanya itu, ia berharap mahasiswanya menguasai paling tidak satu bahasa asing dengan matang, memperluas jaringan, bekerja lintas disiplin, berjiwa wirausaha, tahan banting, kreatif, serta mengembangkan diri.