Berita

Monev Tanoto 2019, Penelitian Mahasiswa Sudah Lebih Implementatif

Selasa, 02 April 2019 - Anne Rufaidah

BANDUNG,LK - Tahun 2019 Tanoto Foundation melalui Monev Tanoto mendanai 11 tim penelitian mahasiswa ITB dari berbagai program studi. Ada sekitar 60 lebih proposal penelitian mahasiswa yang masuk ke Lembaga Kemahasiswaan sebagai penyeleksi, dan terpilihlah 11 tim dengan tema beragam untuk meraih dana penelitian, mulai dari berkisar Rp. 7,5 juta/ tim hingga Rp. 19 juta/tim.

Salah satu juri Monev Tanoto, Ibnu Ubaidilah menuturkan, untuk tahapan secara keseluruhan, semua tim rata-rata sudah bagus dan ditargetkan menyelesaikan penelitiannya pada Mei mendatang. Uniknya, kebanyakan tim yang mengikuti Monev Tanoto 2019 kali ini tidak hanya menawarkan ide atau teori data saja, tetapi juga sudah mulai membuat prototype yang sudah bisa diimplementasikan di masyarakat.

“Beberapa tim sudah mulai menuangkan ide yang bukan hanya berbasis penelitian saja tetapi juga menyasar ide yang jadi solusi dari kehidupan masyarakat. Misalkan saja ada tim yang penelitiannya membuat alat untuk meningkatkan produktivitas madu para petani lebah, dan lainnya,” ujarnya di sela-sela acara Monev Tanoto 2019, di Campus Center Barat Kampus ITB Ganesha (30/3/2019).

Menurutnya, jika dibandingkan dengan Monev Tanoto pada tiga tahun lalu, kebanyakan penelitian mahasiswa yang masuk ke penyeleksi, masih bersifat penelitian yang bentuknya teori atau data eksak  saja. Namun sejak tahun 2018, penelitian tim mahasiswa sudah mulai pada praktek sedangkan penelitian teori-teori sudah mulai ditinggalkan. Di tahun 2019, kata Ibnu, level penelitian mahasiswa pun naik level menjadi penelitian yang sifatnya sudah jadi alat untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat hingga menjadi sebuah prototype yang bisa diimplementasikan.

Sebagai salah seorang juri, Ibnu menyebutkan sejak awal tim-tim ini memang dipastikan membuat penelitian yang lebih impelemntatif. Pasalnya, penelitian yang dihasilkan terutama yang berhasil didanai diharapkan bisa menjadi solusi keseharian bagi masyarakat, dan langsung dirasakan manfaatnya. Bahkan, penelitian yang lolos pun harus bisa membuat prototype yang sudah bisa dipakai secara langsung.

“Mudah-mudahan ke depannya, penelitian mahasiswa juga lebih implementatif dari pada yang ada saat ini dan bisa lebih banyak lagi tim-tim penelitian mahasiswa ITB yang bisa didanai oleh Tanoto,” pungkasnya.