Berita

Indofood Dukung Pengembangan Penelitian Mahasiswa

Selasa, 23 April 2019 - Anne Rufaidah

BANDUNG, LK- Perusahaan multi nasional, Indofood memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, untuk bisa meraih dana penelitian Tugas Akhirnya. Hal ini dilakukan melalui Program Penelitian Unggul Bidang Penganekaragaman Pangan Periode 2019-2020, Indofood Riset Nugraha (IRN).

“Ketahanan pangan merupakan isu mult idimensi dan agenda prioritas bangsa. Ketahanan nasional ini diharapkan bisa membangun bangsa lebih mandiri dan berdaulat di bidang pangan. Misi perusahaan kami sebagai total solution, ingin terus berkontribusi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya di kalangan mahasiswa,” terang Kepala Cabang PT Indofood Divisi Noodle Bandung, Udin Chen saat sosialisasi program di Auditorium Ipteks, Campus Center Timur, beberapa waktu lalu.

Sejak tahun 2006, program ini sudah terlaksana dan bahkan bermula di tahun 1998 saat program ini awalnya dinamai Program Bogasari Nugraha. Sejak pelaksanaannya, tercatat sudah lebih dari 5000 proposal penelitian yang sudah diterima pihak Indofood. Pihaknya menyadari bahwa link and match antara industri dan akademisi harus terus ditingkatkan. Selain itu, program ini pun menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap para peneliti muda yang ide-ide penelitiannya tugas akhir atau skripsinya bisa didanai.

“Diharapkan hasil penelitian ini nantinya bisa bermanfaat, berkelanjutan dan berkembang untuk menjadi salah satu solusi dari tantangan bangsa ke depannya,” ujarnya.

Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Ir. Bermawi Priyatna Iskandari M.Sc., Ph.D ini pun menghadirkan sejumlah pakar industri pangan. Salah satunya adalah Winarti. Menurutnya, tingginya harga pangan dan kelangkaannya, dirasa sangat menyulitkan pemerintah. Hal ini tentu berimbas pada masyarakat secara umum dan secara otomatis membuat harga pangan naik terus menerus.

Diakuinya, persoalan pangan ini bukan hanya menjadi permasalahan bagi para peneliti pangan saja, tetapi juga sudah mulai merambah disiplin ilmu. Untuk itu, sebagai salah satu tim IRN, pihaknya pun membuka kesempatan dari berbagai disiplin ilmu untuk turut mencari solusi terhadap persoalan pangan ini.  Ia pun menuturkan bahwa IRN menjadi salah satu refleksi industri pangan untuk medukung pengembangan riset Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) khususnya mereka yang mengambil pendidikan Sarjana.

“Sistem pangan lokal yang matang akan membantu petani kita. Untuk itu dengan adanya penelitian-penelitian yang masuk ke kami, diharapkan pada ide penelitian yang unggul, yang jadi solutif bagi persoalan pangan bangsa Indonesia,” tandasnya.