Berita

Memaknai Keberagaman Indonesia pada Ruang Lingkup Kampus

Rabu, 28 Agustus 2019 - Anne Rufaidah

BANDUNG, LK – Sebagai bangsa yang multikultur, Indonesia memiliki ribuan suku, bahasa daerah, dan kaya akan kebudayaan. Diantara keberagaman itu, ruang lingkup kampus menjadi salah satu miniatur yang cukup ideal untuk memperlihatkan kebhinekaan, terlebih mahasiswa yang mengenyam pendidikan di ITB berasal dari hampir seluruh wilayah di Indonesia.

Dalam seminar nasional bertajuk “Kampus sebagai Miniatur Keberagaman Indonesia”, hadir sebagai pembicara utama yakni Deputi Politik dan Strategi Sekjen Dewan Ketahanan Nasional, Irjen. Pol. Drs. Sukmaedi Mulyono MH. Seminar yang diadakan 26 Agustus 2019 di Aula Sasana Budaya Ganesha ITB tersebut, memaparkan pandangan wawasan berkebangsaan dalam lingkup pergaulan di kampus.

“Tanah air kita, Indonesia, tidak hanya berupa tanah dan air saja, tetapi ada kita sebagai warga yang mengisi bangsa ini. Untuk itu, wawasan nusantara menjadi panduan bagi kita untuk menguatkan rasa bela terhadap negara ini. Wawasan nusantara ini adalah sebuah wawasan kebangsaan, yang mengajarkan kita bahwa bangsa ini terdiri atas bagian fisik dan non fisik,” terang Sukmaedi.

Ia menyebutkan, bagian non fisik tersebut meliputi manusia atau bangsanya itu sendiri, lokasi tempat tinggal, dan segala sumber daya yang dimiliki dimana mereka mendiaminya. Interaksi manusia dengan lingkungan tempat tinggalnya menentukan cara mereka dalam memandang sebuah masa depan, mulai dari mengambil keputusan, memenuhi keputusan hingga mempertahankan diri.

Kampus, menjadi salah satu symbol dimana keberagaman itu berada. Dimana mahasiswa yang berkuliah berasal dari wilayah yang berbeda, tumbuh dan bergaul dalam budaya yang berbeda. Perbedaan inilah yang menjadikan kampus sebagai ajang merajut kebhinekaan, dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.