Berita

Transformasi Pegadaian di Era Digital

Sabtu, 31 Agustus 2019 - Anne Rufaidah

BANDUNG.,LK – PT. Pegadaian merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dengan jumlah asset dan kontribusi yang cukup besar pada  pemerintah. Sebagai salah satu korporasi BUMN tertua di Indonesia, PT. Pegadaian terus melakukan transformasi, tidak hanya soal kinerja tetapi juga inovasi bisnis.

Direktur IT dan Digital PT. Pegadaian, Teguh Wahyono mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menggunakan cara kerja para start up-start up yang kini berkembang namun diterapkan di perusahaan berkelas BUMN. Untuk itu, pihaknya membutuhkan banyak tenaga kerja milenial dengan top talent, yang menyukai tantangan akan sebuah inovasi.

“Tawaran pekerjaan di Pegaidain bukan hanya bicara soal bagaimana bisa bergaji besar, atau memiliki kantor yang nyaman. Akan tetapi juga kita bicara soal tantangan yang menarik. Saya kira, tidak terlalu banyak orang yang sukses melakukan transformasi bisnis korporasi, yang bahkan usia perusahaannya setua Pegadaian. Jadi, di situlah tantangannya, terlebih saat era digital ini,” papar Teguh saat menjadi pembicara dalam Studium Generale KU 4078 (28/08) di Aula Barat Kampus ITB Ganesha.

Diakuinya, di era digital ini PT. Pegadaian terus menggodok sejumlah inovasi bisnis khususnya dari sisi Information and Technology (IT). Maka, kebutuhan tenaga kerja di bidang digital maupun IT pun terus berkembang, khususnya bagi mereka yang memiliki kemampuan data scientis, data analist, developer for site, dan sebagaonya.

Hal ini terlihat dari berbagai produk PT Pegadaian yang tak hanya merambah persoalan pada jasa keuangan seperti peminjaman uang atau penggadaian barang. Namun juga terus melakukan inovasi dan strategi bisnis di lini logam mulia. Produk tersebut tidak lepas dari dukungan IT maupun jasa digital seperti aplikasi, untuk membantu kemudahan customer dalam mengakses produk PT Pegadaian.

Bagi generasi milenial, minat bekerja di BUMN tetap dinilai dominan, meski masih kerap ragu jika dibandingkan berkembang dan bekerja di perusahaan start up. Namun, melihat dari sisi lain, sebagai korporasi terbesar di Indonesia, BUMN memiliki kontribusi yang besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Dari sekian banyak jenis BUMN yang ada di Indonesia, seperti pertambangan, perminyakan, kehutanan dan bahkan jasa keuangan, nantinya akan disatukan dalam sebuah holding yang sangat besar dan mencakup semuanya. Hal ini pun akan mendorong perkembangan BUMN Indonesia menjadi semakin besar, seperti yang dimiliki Singapura mau pun Malaysia,” pungkas Teguh.