Berita

Geliat Ekonomi Kreatif di Era Industri 4.0

Selasa, 10 September 2019 - Anne Rufaidah

BANDUNG,LK – Ekonomi kreatif menjadi salah satu penyokong berkembangnya ekonomi Indonesia saat ini. Terlebih, saat era digital dan kaum milenial menambah warna ekonomi kreatif Indonesia menjadi lebih beragam dengan kreasi teknologi.

Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Dr. Ir. Hari Santoso Sungkari., M.H mengungkapkan, ekonomi kreatif di Indonesia menyerap hampir 17 juta tenaga kerja, dengan Key Performace Indicator (KPI) yang terdiri dari 3 sektor yakni tenaga Produk Domestik Bruto (PDB), tenaga kerja, dan ekspor.

“Dari seluruh jumlah total ekspor non migas Indonesia, 11 persen diantaranya ditopang oleh ekonomi kreatif. Itu artinya kontribusi ekonomi kreatif Indonesia cukup besar dan bahkan mampu menyerap tenaga kerja dengan tinggi,” paparnya saat menjadi pembicara pada Seminar dan Pameran Start Up, Menjadi Pengusaha Ekonomi Kreatif di Aula Timur Kampus ITB (7/9/2019).

Ia mengatakan, dari sekian persen kontribusi ekonomi kreatif, paling besar disokong oleh industri kuliner, tidak hanya makanan yang dibeli termasuk juga makanan yang disajikan di restoran. Sektor lainnya yang tak kalah memberikan peranan besar pada industri kreatif adalah aksesoris kriya dan fashion. Menurutnya, kedua sektor tersebut berperan signifikan dan meningkat setiap tahun nya.

Seiring berkembangnya industri 4.0, trend ekonomi kreatif pun jadi lebih beragam. Sektor digital memiliki peranan penting dalam mendukung sektor lainnya. Sebut saja film, pengembang aplikasi game, film animasi dan video, serta lainnya turut mendukung subsektor ekonomi kreatif  lainnya di Indonesia.

Tak hanya bicara mengenai sektor pendukung ekonomi kreatif, Hari pun menyampaikan bahwa latar belakang pendidikan terkadang seolah tidak relevan dengan usaha yang digeluti. Semisal, ia penah bertemu dengan start up di bidang kuliner yang berkembang pesat, yang dimiliki bukan oleh seorang ahli food technology, melainkan seorang seorang arsitek atau bahkan insinyur,

“Di industri kreatif kita tidak hanya bicara produk, tapi kita juga menyampaikan story tells nya tentang produk ini apa, dan bagaimana. Inilah yang menjadi daya Tarik dan potensi ekonomi kreatif yang kita miliki,” pungkasnya.