Berita

Menyulam Kelestarian Seni Budaya Jawa Bersama PSTK ITB

Jumat, 27 Maret 2020 - Anne Rufaidah

BANDUNG, Ditmawa ITB –  Beremula dari Sebuah Pagelaran Seni Jawa-Sunda-Bali menjadi titik awal cerita lahirnya  (Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan) PSTK ITB. Pagelaran yang diselenggarakan guna menyongsong Pesta Olahraga “Ganesha Intervarsity I Dewan Mahasiswa ITB” pada tanggal 21 – 27 April 1970 tersebut menimbulkan suatu kebutuhan akan wadah berkarya bagi pecinta kesenian Jawa di dalam kampus ITB. Ketua PSTK ITB, Agung Bayu Aji menuturkan, PSTK bergerak di bidang kesenian kususnya kesenian Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. PSTK cenderung menekuni seni musik khas Jawa yaitu seni karawitan dengan alat musik gamelan dan tarian tarian daerah Jawa.

“Pada tanggal 1 Mei 1971, perkumpulan ini telah resmi berada dalam kegiatan mahasiswa ITB dengan nama “Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan Jawa Institut Teknologi Bandung” dan disingkat PSTK-ITB. Keberadaan PSTK-ITB semakin lama semakin kuat dengan kehadiran Sdr. Suwardjoko Warpani (sekarang dosen Planologi ITB) sebagai pelatih tari,” ucap Agung

Menurutnya, tujuan utama dari setiap pelaksanaan program PSTK ITB yaitu untuk mewadahi dan membina setiap mahasiswa ITB yang berminat terhadap kesenian Jawa, selain itu tujuan PSTK ITB adalah melestarikan, menjaga, dan mengenalkan budaya jawa di lingkungan ITB. Dan yang tidak kalah penting memberikan rasa gembira ke anggotanya. Dalam organisasi PSTK, ia mengatakan, para anggota bisa memilih untuk ikut kelas karawitan, kelas tari, dan kelas gerong (penyanyi di karawitan). Biasanya, calon anggota diberikan pilihan untuk memasuki kelas yang ia inginkan sesuai dengan minatnya. Setelah menjadi anggota, dapat melaksanakan ketiga hal tersebut secara bebas sesuai dengan keinginannya. 

Selain itu, PSTK mengajarkan pun kebudayaan-kebudayaan Jawa lainnya seperti upacara adat, pakaian dan masih banyak lagi. Setiap malam minggu juga sering diadakan kelas wayang dengan alumni PSTK, memanfaatkan ruang kesekretariaatan, mendapat ilmu tata rias juga, dan ikut berpartisipasi dalam pagelaran. Dari sekian banyak kegiatan yang dilakukan, PSTK ITB pun kerap kali diundang untuk mengisi suatu acara (misalnya pernikahan, acara yang diadakan oleh ITB, dan lain-lain). Dari acara tersebut, anggota mendapatkan keuntungan finansial dari honor setelah mengisi acara tersebut. 

“Ke depannya, harapan kami PSTK ITB bisa selalu turut andil melestarikan budaya indonesia ditengah era digital ini, dan lebih mengenalkan lagi budaya budaya jawa ke seluruh masyarakat kampus ITB pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tandas Agung.